oleh

Hari Anti Korupsi Sedunia, GNPK RI Tolak Hakim Bergigi Tikus

INDRAMAYU, Kicaunews.com – Mendatangi para aksi Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Indramayu, Senin (9/12/2019) di depan DPRD dan PENGADILAN berorasi danPembacaan puisi yang akan disampaikan penyair kenamaan Acep Syahril itu, mengambil beberapa tema anti korupsi, salah satunya “Menolak Hakim Bergigi Tikus ” bahkan pemcaan puisi tersebut menjadi agenda tahunan penyair Indramayu.

Republik Indonesia (GNPK RI) Perwakilan Kabupaten Indramayu, Adapun mengenai tema (HAKIM BERGIGI TIKUS) Awalnya terinpirasi oleh perjuangan terpidana Koruptor Panitera ROHADI atas kasus Suap Pedangdut Saipul Jamil.

Dimana perjuangannya dalam meminta keadilan atas putusan Pengadilan Jakarta Utara, dianggapnya tidak manusiawi. Karena menurut pengakuannya yang menikmati seluruh uang suap tersebut adalah 6 (enam) Hakim yang saat ini masih juga belum disentuh hukum.

Selanjutnya mempelajari banyak informasi di hampir seluruh kota Indonesia, ternyata Prilaku Busuk Oknum Hakim yang Sangat Menjijikkan ini juga sudah bukan rahasia lagi. Dan korbannya adalah rakyat miskin atau mereka yang masih awam akan hukum.

Kalau seorang Koruptor ROHADI saja, Panitera yang sangat mengerti hukum yang nota bene adalah mesin uang oknum Hakim dalam lingkarannya, dikhianati dan dijebloskan ke penjara oleh mereka. lalu bagaimana dengan rakyat Indonesia yang masih awam akan persoalan hukum.

Sementrara banyaknya hakim nakal selama ini terungkap dari laporan yang ditelaah KY. Dugaan pelanggaran kode etik hakim yang diterima lembaga itu pada semester pertama 2019 mencapai 740 kasus. Angka ini memang sedikit turun dibanding jumlah laporan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 792 kasus. Hanya, jumlah hakim yang benar-benar terbukti melanggar kode etik masih cukup tinggi.

IRWAN, SH, MH selaku tripikor kejaksaan mendukung penuh adanya gerakan anti kurupsi yg adakan di hadapan kejaksaan negri aleh aliansi GNPK. RI

Baca juga :  Pengurus PDK Kosgoro Banten dan Kabupaten/Kota se-Banten Dilantik

Sebagai Perwakilan Tangan Tuhan, seyogyanya para HAKIM ini cukup mengetukkan PALU yang ada di tangannya, dan dia tidak perlu lagi menerima PALU dari orang lain demi kepentingan pribadi, kelompok dan groupnya saja. Mengorbankan atau Menguntungkan orang lain dengan menggadaikan KEADILAN. (kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru