oleh

Dedi Iskandar Barubara Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Hadapan Guru dan Siswa MAN 1 Medan

MEDAN, Kicaunews.com – Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan pada Sabtu (23/11/19), Dedi Iskandar Batubara meminta para guru untuk lebih serius menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa.

Di hadapan para guru, petugas sekolah, serta beberapa perwakilan siswa, anggota anggota DPD RI/MPR RI asal Sumatera Utara tersebut mengatakan bahwa para siswa adalah generasi masa depan calon perawis estafeta kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, proses internalisasi nilai-nilai luhur harus dilakukan dengan serius, agar benar-benar terpatri dalam jiwa mereka, dan diwujudkan dalam perilaku dan sikap hidup di masa yang akan datang.

“Anak-anak kita ini adalah calon pemimpin masa depan. Merekalah yang akan meneruskan perjuangan untuk membawa bangsa ini menjadi lebih kompetitif, sehingga bisa lebih banyak berkiprah dalam proses pembentukan peradaban dunia. Nilai-nilai luhur kebangsaan harus benar-benar kita tanamkan kepada mereka dalam semua proses pendidikan. Dalam semua mata pelajaran. Bukan hanya pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan saja. Hal ini penting karena jika nilai-nilai kebangsaan tersebut tertanam rapi dalam benar mereka, maka secara otomatis akan mewarnai sikap dan perilaku mereka ketika sudah dewasa kelak,” paparnya.

Peserta yang sebagian besar adalah guru terlihat sangat antusias mengikuti paparan Dedi Iskandar. Hal ini tercermin dari banyaknya peserta yang mengacungkan tangan ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah satu pertanyaan menarik datang dari seorang guru yang mengungkapkan sulitnya mengajarkan sikap toleransi kepada para siswa, karena secara faktual, banyak tokoh publik yang menunjukkan sikap intoleran.

Dedi Iskandar menjawab pertanyaan tersebut dengan menyatakan bahwa sikap dan perilaku intoleran yang ditunjukkan tokoh-tokoh publik bisa dijadikan sebagai contoh negatif, agar tidak ditiru oleh para siswa.

Baca juga :  Soal HTI, Fadli Zon : Pembubarannya Tidak Tepat

“Para guru bisa menjadikan tokoh-tokoh publik yang intoleran itu sebagai contoh kepada para siswa. Contoh negatif yang bukan untuk ditiru. Tapi untuk dijadikan pelajaran bahwa sikap itu salah dan kontra produktif dengan upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, ketika besar nanti, siswa tidak boleh bersikap intoleran,” pungkasnya.[*]

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru