oleh

Ada Apa Kejaksaan Negeri Indramayu dan Inspektorat

Indramayu, Kicaunews.com – Mendatangi pendemo rakyat desa tinumpuk kecamatan juntinyuat kabupaten indramayu, Senin (2/12/2019) di depan kejaksaan negri dan di inspektorat berorasi yang menuntut keadilan tentang kuwu yang diduga menggelapkan dana desa sebesar 231 juta dari anggaran (APBDS) dari anggaran tahun 2018 dan (DD) tahun 2019 tahap 1 tapi tak selesai.

“Entah apa kejaksaan yang menerapkan pasal dan apa yang di gunakan untuk menjerat kuwu tinumpuk EKA MUNANDAR karena sudah mau dua bulan proses ini lamban seperti jalan siput dengan alasan menunggu audit dari inspektorat saja dan kena apa dan ada apa harus nunggu dua bulan pihak dari kejaksaan,” ujur edi selaku koordinator aksi demo.

Masyarakat desa tinumpuk menuntut agar kuwu nya eka munandar mudur dari jabatannya dan dihukum sesuai perbuatannya yang menggelapkan dana desa dan masyarakat desa tinumpuk tidak akan puas bila mana yang di terapkan oleh pihak inspektorat dan kejaksaan cuman kesalahan administrasi yang cuman menggembalikan dana tersebut lalu kuwu EKA MUNANDAR bebas legang langgang dan masih menjabat lagi sebagai kuwu dan bebas dari jerat hukum tindak pidana korupsi.

“Dan kejaksaan pun siap memproses prihal penyelewengan dana desa yang di duga dilakukan oleh kuwu eka munandar tapi dalam koridor hukum yang berlaku dan kami sebagai pihak kejaksaan saya tidak mau menabrak nambrak aturan hukum yang di terapkan oleh UUD 45 dan saya berusaha untuk memproses nya bila mana ada dalam lidik dan penyelidikan ada temuan yang memberatkan terlapor bisa jadi masuk rana tindak pidananya korupsi,”kata adreas dari kejaksaan indramayu

Dalam mediasi dengan pihak kejaksaan perwakilan masyarakat desa tinumpuk agar kuwu eka munandar cepat di proses dengan cepat dan juga meminta kejaksaan negeri indramayu agar turun langsung meninjau langsung kedesa tinumpuk supaya ril keberadaan yang terjadi di desa tinumpuk. Tandas edi sebagai korlap (kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru