oleh

Kekerasan Pada Anak SDN 1 Tegalgirang-Bangodua  Berimbas Didenda Rp. 20 Juta

Indramayu, Kicaunews.com – Mengadukan dugaan kekerasan yang dialami anaknya di sekolah ke Polres indramayu. Anaknya yang kini duduk di bangku kelas II SDN 1 tegalgirang kecamatan bangodua kabupaten indramayu, insiden kejadian perkelahian sesama anak SD dilingkungan sekolah hal tersebut diketahui oleh orang tuanya berinisial hji RM ibu rumah tangga beralamat Rt 001/Rw 001 blok karanggebang desa bangkaloa ilir kecamatan widasari kabupaten indramayu, Karena tidak terima anaknya berkelahi orang tua dari salah siswa ikut memukul sekira pukul 10.00 wib hari sabtu tanggal 26 bulan oktober 2019.

Karena atas pengaduan anaknya dipukuli maka orang tua korban Tidak terima mendengar anaknya dipukuli pada saat anak masih jam belajar disekolah hari sabtu bulan 10 november 2019 hingga hal tersebut korban mengadukan ke orang tuanya bernama suryana beralamat blok girang Rt 011 Rw 004 desa tegalgirang, orang tua korban langsung meradang, hari senin tanggal 18 november 2019 orang tua korban sebelumnya sudah negoisasi karena tidak ada titik temu orang tua korban sah melaporkan ke polres indramayu di bagian unit IV PPA SAT reskrim polres indramayu.

Belum laporan dipolres dicabut dari kedua belah pihak sudah bikin surat kesepakatan bersama di kantor desa tegalgirang kecamatan bangodua kabupaten indramayu pada hari senin tanggal 18 bulan november 2019 disaksikan oleh kedua belah pihak korban dan pelaku juga aparatur desa tegalgirang dan desa bangkaloa ilir dalam isi perjanjian tersebut pihak 1 telah menerima uang sebesar Rp 20.000.000,- dua puluh juta dari pihak II dengan alasan buat biaya pengobatan terapi psikiater.

Suryana orang tua korban saat dikonfirmasi melalui via whatsapp ia tidak menjelaskan secara rinci apakah uang sebesar RP 20.000.000,- untuk pencabutan perkara laporan menurut suryana dari polres bilang masalah pencabutan laporan dipolres harus ada biaya sebesar Rp 15.000.000,- siapakah yang dimaksud.

Baca juga :  Jelang Hari Ulang Tahun Ke-74 PGRI Kecamatan Sadananya Wujudkan SDM Lebih Unggul

“Uang yang 20 juta sudah saya ambil dan dibagikan ke orang desa yang mengurus masalah nominal yang saya kasih maaf saya tidak menjelaskan dan sisa uang yang bersih saya terima juga maaf itu hak pribadi untuk membeberkan,”tandas suryana

Apakah uang pencabutan laporan dari uang yang ia terima sebesar Rp 20.000.000,- dari pihak pelaku apakah minta lagi kepada pelaku untuk pencabutan perkara kepada keluarga pelaku. Diduga ada kongkalikong kasus kekerasan anak dibawah umur semudah itukah.

Pelaku berinisial hji RM bersama swami saat ditemui dirumahnya jam 10.00 wib minggu tanggal 1 desember 2019  menjelaskan masalah pencabutan laporan di polres sudah dicabut waktu hari jumat  kalau masalah biaya pencabutan dari pihak korban tidak meminta lagi, Saya sudah ngasih uang ke pihak korban sebesar Rp 20.000.000,- itu untuk kekeluarga’an dan biaya untuk terapi psikiater. Jelasnya (MT jahol)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru