oleh

Konferensi Sinergi Pemberdayaan Perempuan, Hetifah : Bangun Kepercayaan antara Politikus dan Civil Society

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU) bersama Kementerian PPN/Bappenas mengadakan acara Konferensi Nasional : Sinergi Multipihak untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta.

Rangkaian acara tersebut diawali oleh Pembukaan oleh Dr Sharman Stone (Duta Besar Australia untuk Perempuan dan Anak), serta Dr.Ir. Himawan Hariyoga Djojokusumo, MSc, Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas.

Acara dilanjutkan dengan Plenary talkshow yang dimoderatori oleh jurnalis Prita Laura. Sesi tersebut mengundang beberapa tokoh pemberdayaan perempuan dari berbagai kalangan, mulai dari parlemen, NGO, aktivis, akademisi, juga jurnalis.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Hetifah Sjaifudian, wakil ketua Komisi X DPR RI dari Partai Golkar. Dalam diskusi tersebut, Hetifah menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan relasi yang baik antara politikus dengan civil society. “Perlu sekali adanya kepercayaan dari civil society terhadap politikus dan sebaliknya. Tidak hanya secara profesional, namun juga personal,” ujarnya.

Hetifah yang juga merupakan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini juga menambahkan, sinergi bisa terjadi jika perempuan yang sudah berada di parlemen dapat lebih terbuka dan memberi kesempatan seluas-luasnya terhadap partisipasi perempuan lain secara lebih bermakna. “Kami sangat senang kalo ada backup informasi. Perubahan apapun akan ada kelompok yang resisten. Kalau ada dukungan dari Civil Society kami sangat terbantu dalam memperjuangkan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa tidak hanya jumlah representasi perempuan di parlemen yang harus ditingkatkan, tapi juga kualitasnya.

“Kalau kita lebih rajin, sungguh-sungguh, empati, dan berbicara berdasarkan data, kita dapat mengubah kultur di parlemen. Yakinkan bahwa kita bukan cuma sekadar mendengar aspirasi tapi juga memperjuangkan urusan-urusan perempuan,” pungkasnya.

Baca juga :  Bersihkan Kampus dari Sampah Rokok, Begini Cara Mahasiswa UIN Jakarta

Turut hadir dalam sesi tersebut Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Subandi, Perwakilan dari Kapal Perempuan Misiyah, Presiden Direktur L’Oreal Indonesia Umesh Phadke, Politikus PDIP Eva Sundari, Akademisi Prof. Dr. Emy Susanti, MA, serta jurnalis KOMPAS Sonya Helen Sinombor.

Media juga dianggap sebagai elemen penting dalam agenda pengarusutamaan gender nasional. Sonya Helen Sinombor sebagai jurnalis wanita dari KOMPAS mengatakan, media di Indonesia masih cenderung menggunakan lensa patriarki. “Seringkali berita mengenai perempuan yang diangkat yang jelek-jelek. Perlu lebih banyak adanya pengangkatan berita-berita mengenai prestasi perempuan,” ujar Sonya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, dan dilanjutkan dengan sesi paralel mengenai tema-tema pemberdayaan perempuan yang lebih spesifik

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru