oleh

Sosialisasi 4 Pilar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie Mengingatkan Pentingkan Inklusivitas dan Kebhinekaan

JAKARTA, Kicaunews.com – Anggota DPD/MPR Dewan Perwakilan Daerah/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) asal Jakarta, Jimly Asshiddiqie, mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi anggota legislative untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR ke masyarakat termasuk kalangan milenial.

Jimly berpesan agar seluruh mahasiswa Universitas Esa Unggul mengetahui, memahami dan mengamalkan 4 pilar MPR dalam kehidupan sehari hari mereka.

“Saya ingin mahasiswa sekalian, untuk melihat 4 pilar ini sebagai suatu hal yang akrab bagi kehidupan di kampus. Nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Jimly.

Kehadiran jimly mendapat sambutan meriah dari civitas akademika Universitas Esa Unggul. Dalam kesempatan yang sama juga, Ketua Umum Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) ini pun meminta seluruh civitas kampus yang hadir di acara sosialisasi untuk memiliki tekad dan semangat untuk melaksanakan ideologi Pancasila, agar tidak boleh kendur, tapi tetap semangat terus kita mantapkan,” ujarnya.

Dengan adanya keuntungan geografis hingga tahun 2045, peran milenial menjadi sangat krusial sebagai generasi yang melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Di tangan para pemuda lah tongkat kepemimpinan akan berlanjut.

Sebagai bangsa, tantangan semakin bertambah kompleks ke depan, karena banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Pancasila.

“Bahkan ada kecenderungan untuk menyukai ideologi lain daripada Pancasila. Sehingga banyak ditemukan adanya tindakan ekslusif dan intoleran ditambah pula sikap dan perilaku yang semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila,” ujar Jimly.

“MPR adalah salah satu rumah untuk mengamankan ideologi Pancasila, melaksanakan Konstitusi, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengawal tegaknya kehidupan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, namun, keterlibatan kalangan milenial sebagai aktor pengamanan juga penting sebagai agent of social change.” imbuh Jimly di Ruang Aula, Fakultas Hukum, Univeristas Esa Unggul, pada Senin siang, 25 November 2019. (Red/AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru