oleh

Silaturahmi PB KAMI Ke Rumah Veteran di Desa Bernung Pesawaran

JAKARTA, Kicaunews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aksi Muda Indonesia (PB KAMI) didampingi oleh Sekretaris Jenderal PB KAMI, Avi Cenna Isnaini dan salah satu ketua koordinator bidang, Dede Munajad menyambangi rumah veteran di desa Bernung Pesawaran, Sabtu (23/11).

Tujuan dari kunjungan ini tak lain adalah menyambung silahturahmi dan saling mengenal lebih jauh mengingat selama ini mereka hanya saling mengenal melalui sarana medsos.

“Tujuan kita disini ya silahturahmi, saling mengenal lebih dalam agar terjalin hubungan lebih baik lagi” Ujar Sultoni, Ketua Umum PB KAMI.

Selain itu, Sultoni juga ingin meminta agar sifat kerendahan hati dijaga pada keluarga besar veteran yang sempat viral di beberapa media terkait kasus perusakan yang ditujukan pada anak veteran asal Pesawaran tersebut, Uud Pansi bin MHD. Sanusi yang berakhir dengan putusan sidang tidak bersalah dan bebas tanpa syarat.

“Kita telah menang, namun bukan berarti Uud Pansi harus sombong dan besar kepala, kita harus terapkan kerendahan diri. Mulai bangkit, dan menata hidup lebih baik lagi untuk keluarga” Pinta Sultoni.

Sementara itu, MHD. Sanusi veteran asal Pesawaran berusia 96 tahun mengucapkan banyak terima kasih pada PB KAMI dan rekan – rekan karena mau mengawal kasus anaknya hingga akhir, tanpa meminta biaya sepeserpun.

“Saya mengucapkan terima kasih pada PB KAMI dan rekan – rekan. Akhirnya yang salah dikatakan salah, yang benar dikatakan benar. Keluarga saya telah didzolimi, namun akhirnya kami mampu melewatinya. Dan semua tidak terlepas dari peran adik – adik semua” Ucap MHD. Sanusi.

Sultoni sendiri berharap, agar Uud Pansi dan keluarga tidak membalas perbuatan yang mereka lakukan, meskipun saat ini peluang keluarga Uud Pansi melakukan tuntutan balik sangat lebar.

Baca juga :  Kemendagri: BUMD Diminta Berkiprah Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

“Saya besar harapan, agar Uud Pansi dan keluarga menerima putusan pengadilan dengan kerendahan diri, dan berbesar hati juga agar tidak membalas dengan melakukan tuntutan balik. Buat mereka malu, dengan cukup mereka yang di cap warga melakukan pendzoliman. Sementara besarkan nama Uud Pansi, sebagai orang yang bijak dengan menerima keadaan kemarin dengan keikhlasan yang tinggi” Harap Sultoni.

Uud Pansi sendiri sebelumnya mesti berhadapan dengan meja hijau karena dituduh melakukan perusakan oleh sepupu sendiri, Aldani. Pada dakwaannya, Uud dituduh Aldani merusak tanam tumbuh dilahan milik Aldani.

Namun kemudian dipersidangan Aldani sendiri tidak dapat membuktikan jika lahan tersebut miliknya. Sementara keluarga Uud Pansi memiliki Surat Keterangan Tanah. Hal ini kemudian menjadi menarik bagi beberapa media dan kemudian menjadi ramai di medsos.

Banyak yang mempertanyakan kinerja penyidik di kepolisian Polsek Gedongtataan, mengingat bukti kepemilikan lahan yang dijadikan acuan hanya sebatas surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Padahal, PBB sendiri tidak dapat dijadikan acuan untuk menjadi bukti kepemilikan lahan.

Uud Pansi sendiri kemudian diputuskan bebas tanpa syarat dan wajib diperbaiki nama baiknya dimata masyarakat. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru