oleh

Krisman Hulu, Wakil Ketua Umum LBH FONNA : Perbuatan Cabul terhadap Anak Merupakan Perbuatan yang Tidak Dapat di Tolerir

Tangerang, Kicaunews.com – LBH FONNA PUSAT Tangerang mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh orang dewasa yang terjadi daerah Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara;

Keluarga korban yang berasal dari keluarga miskin dan buta hukum tidak mengetahui bagaimana cara melaporkan perbuatan asusila yang dialami oleh keluarganya, keluarga korban merasa pasrah atas apa yang terjadi pada keluarga mereka, beruntung ada salah seorang keluarga yang mengetahui bahwa ada Lembaga Bantuan Hukum Forum Nias Nasional (LBH FONNA) yang bisa membantu untuk mendampingi korban untuk melaporkan pelaku ke kepolisian pada Polres Nias.

Berbekal nomor telpon salah seorang Pengurus LBH FONNA Pusat di Tangerang yang ada pada keluarga korban, maka keluarga korban meminta waktu melakukan pengaduan melalui teleon seluler, dan meminta bantuan LBH FONNA untuk mendampingi keluarga korban untuk melaporkan pelaku pada pihak Kepolisian.

Dari hasil pengaduan dan konsultasi yang dilakukan, pengurus LBH FONNA menyarankan agar kasus pelecehan seksual ini segera dilaporkan pada pihak berwajib, karena dikhawatirkan perbuatan pelaku dapat terulang kembali mengingat pelaku dan korban merupakan satu kampung. Atas saran tersebut, maka keluarga korban meminta bantuan dari LBH FONNA untuk membantu mendampingi korban untuk membuat laporan pada pihak berwajib.

Pengurus LBH FONNA bergerak cepat untuk membantu korban dengan menghubungi beberapa orang anggota LBH FONNA yang ada dikepulauan Nias, dan salah seorang yang ikut prihatin dengan yang dialami oleh korban adalah Ketua DPW LSM Gempita Kepulauan Nias, bung Sabarman Zalukhu, bung Sabarman Zalukhu bersedia mendampingi keluarga korban dan secara intensive melakukan berkoordinasi dengan Ketua LBH FONNA Pusat, dan atas koordinasi yang dialakukan maka Ketua DPW LSM Gempita Kepulauan Nias bersedia melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk membuat laporan pada Polres Nias dengan Laporan Polisi Nomor : STPLP/334/XI/2019/NS, Tanggal, 20 November 2019, atas dugaan tindak pidana “Melakukan Perbuatan Cabul Terhadap Anak Dibawah Umur”, yang dilaporkan oleh orangtua korban berinisial RH yang diduga dilakukan oleh pelaku berinisial AMH.

Baca juga :  Gelar Diskusi, Badko Jabotabeka Banten Berharap, Budaya Betawi Tak Terkikis

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Nias yang ada di Jakarta Dr. Yuspan Zalukhu, SH.,MH., setelah mendengar peristiwa tersebut menyatakan mengutuk keras perbuatan pelaku yang merusak masa depan korban dan kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur biasanya dilakukan oleh orang terdekat, dan kejahatan tersebut adalah salah satu kejahatan yang luar biasa (Extra ordinary crime) yang dapat dituntut sebagimana dimaksud dalam Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun Penjara;

Wakil Ketua Umum LBH FONNA, bung Krisman Hulu, SH.,MH., menyatakan perbuatan pelaku merupakan perbuatan yang tidak dapat ditolerir dan harus dihukum dengan hukuman berat,.

“Dan mendorong pihak Reskrim Polres Nias segera menindaklanjutin kasus tersebut, hingga ke meja hijau,”ucap Krisman Hulu. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru