banner 728x250

Aksi Pedagang Bakso Tuntut Perlindungan, Kembali Datangi DPRD Kota Bekasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Aksi demo aspirasi 1300 pedagang kecil tuntut perlindungan dari perlakuan anarkis pengusaha  kembali datangi DPRD Kota Bekasi. Lantaran permintaan perlindungan dan dukungan dari wakil rakyat yang selama ini diharapkan belum memuaskan para pedagang mie dan bakso yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso(PAPMISO), Rabu (20/11/2019).

Kali ini, PADMISO sengaja menggelar dagangannya dan mengajak makan bakso gratis secara berjama’ah di halaman gedung DPRD Kota BekasAksi ini di sambut hangat oleh anggota dewan dan para staff juga dari pihak keamanan, Polsek Bekasi Timur, Satpol PP, serta juga para wartawan dari berbagai media untuk meliput acara makan bakso berjama’ah.

banner 336x280

Anggota  DPRD Kota Bekasi akhirnya menanggapi dan menyambut hangat atas kedatangan para tukang bakso yang tergabung di Papmiso di halaman gedung dewan. Dalam aksi makan bareng bersama ini mereka menyesalkan aksi kekerasan oknum security HDP Harapan Indah yang menabrakkan motornya ke salah satu pedagangang bakso keliling yang sudah Viral video nya di Media Sosial.

Dalam tuntutannya, Ketua PAPMISO Indonesia, Yanto SBY meminta agar tidak ada larangan bagi pedagang bakso keliling di wilayah Kota Bekasi untuk melintas di kawasan perumahan dan lainnya.

“Kita cuma meminta agar pedagang bakso tidak dilarang berjualan keliling, apalagi ditindak dengan cara kekerasan seperti yang dilakukan oknum security Harapan Indah kepada Mang Soleh belum lama ini. Tentu ini jadi catatan buruk bagi masyarakat,” ujar Yanto kepada awak media.

Lewat aksi ini, Yanto berharap, pemerintah dapat memberikan teguran kepada pihak pengembang perumahan terutama terhadap developer Harapan Damai Putra selaku pengembang Perumahan Harapan Indah Bekasi agar tidak melakukan cara anarkis dalam menertibkan pedagang.

Baca juga :  KPK: Profesionalisme, Tantangan SDM APIP Unggul Cegah Korupsi

“Kita tahu aturan, dan kita tidak akan berkeliling dagang bakso di tempat yang dilarang. Tetapi di Harapan Indah gak ada larangan, apalagi Mang Soleh cuma keliling, bukan mangkal, lalu kenapa mereka (security) menabrakan motornya hingga gerobak Mang Soleh hancur. Pemerintah harus hadir di Negeri ini agar berpihak ke rakyat,” tegas Yanto.

Aksi unjuk rasa ini sedikitnya membagikan 1000 mangkok bakso secara gratis diberikan oleh Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (PAPMISO) kepada 50 anggota DPRD Kota Bekasi, Pegawai Sekretariat DPRD, aparatur kepolisian dan Pol PP, awak media dan masyarakat sekitar DPRD Kota Bekasi. Aksi solidaritas bagi-bagi bakso gratis oleh PAPMISO, mendapat dukungan dari seluruh anggota DPRD dan masyarakat, bahkan aparatur kepolisian juga turut berempati atas musibah yang dialami salah satu anggota PAPMISO.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak merasa prihatin dengan peristiwa perusakan gerobak bakso milik Soleh. Kepada awak media, Abdul Rozak mengecam tindakan arogan oknum security Perumahan Harapan Indah dalam menertibkan pedagang.

“Saya selaku anggota DPRD sangat menyesalkan atas tragedi ini. Tentunya ini menjadi catatan buruk atas prilaku arogan security Harapan Indah,” ungkapnya.

Politisi yang menjabat sebagai Ketua Komisi I ini mengaku akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD agar serius menyikapi persoalan ini. Katanya, pihak pengembang yakni PT Hasanah Damai Putra akan dipanggil untuk mengklarifikasi tindakan kekerasan tersebut.

“Kita akan mengundang pihak terkait untuk mengklarifikasi. Kalalu memang terbukti kita akan memberikan rekomendasi. Kita lihat apa mengarah pada pidana atau mengarah pada perizinan sehingga kita rekomendasikan untuk dikaji lebih lanjut.

Ketua PAPMISO menuturkan agar pedagang kecil seperti tukang bakso mendapat perlindungan dalam dari kesewenangan pengusaha dalam mencari nafkah. ” Kami mohon sangat Pak, lindungi usaha kami, janganlah di intimidasi. Kalau memang ada salah satu oknum yang mengitimidasi jangan di ulangi lagi. Ini salah satunya Mas Soleh itu masih di kampung belum berani balik ke sini, anak istrinya belum membolehkan dan orang tuanya nangis terus. kebetulan Mas Soleh inilah sebagai orang yang mengalaminya, dan biar berita tidak simpang siur, Saya ajak dia ke DPRD Kota Bekasi,” jelas Ketua PAPMISO.

Baca juga :  Kapolsek Sukagumiwang Silaturahmi Kamtibmas Bersama Forkopimcam

Soleh pun menceritakan kronologi peristiwa yang menimpanya saat dagangangannya ditabrak motor security. “Waktu itu saya dagang keliling ada yang membeli dua orang saya layani, terus ada patroli dan saya jalan diikuti dari belakang pake mobil dan sudah jauh merka lalu pergi dan saya balik lagi mengambil mangkok dan belum bayar.

Namun kata Soleh  ada 4 pembeli lagi yang datang lalu dilayani lagi. Lalu motor trail kembali datang dan menabrak gerobaknya sebanyak 3 kali sampai terjatuh.”Saat saya sedang melayani gak taunya datang lagi. Posisinya bawa motor trail dan saya jalan lagi dan yang beli empat orang ini saya tinggalkan, saya mau minta duitnya gak enak, mau minta kekurangannya gak enak dan saya jalan dan pertama di tabrak sekali saya bisa nahan, kedua kali saya tahan juga sampai ke tiga kalinya  gerobak saya jatuh inilah,” kata Soleh bercerita.

Ketua PAPMISO pun mengatakan tidak ada rekayasa semua yang dialaminya benar – benar fakta .”Semua kejadian langsung diceritakan langsung saat dia mengalaminya. Tidak ada skenario dan dibuat – buat inilah faktanya dan ini grobaknya yang kemarin di tabrak yang sempat viral di medsos”, ucap ketua Papmiso sambil menunjukan gerobak milik Soleh. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *