oleh

Pengecoran Berkualitas Buruk di Griya Asri Pemborong Diduga “Ngakali” Uang Rakyat

Tambun Selatan, Kicaunews.com – Proyek pengecoran Jalan Lingkungan (Jaling) di Jalan Melati 2 Rt.02 dan 06 / Rw.25 di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diduga terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pemborong.

Dugaan kecurangan dibuktikan dengan tidak terpasang papan proyek serta kualitas pengecoran karena masih banyak terlihat rumput yang tumbuh, warga pun menduga pihak pemborong mengerjakan pengecoran asal-asalan.

Saat dipantau awak media, kegiatan pengecoran Jalan Lingkungan (Jaling) di Jalan Melati 2 di RW 25 Perumahan Griya Asri. 2, tidak terlihat petugas pengawas dan konsultan berada di lokasi proyek.

Dugaan petugas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) telah melakukan pembiaran kepada pihak pemborong melakukan indikasi kecurangan dalam penggunaan uang rakyat.

Warga Rt.06 / Rw.25 Perumahan Griya Asri 2, Taufik Rachman mengatakan, setiap adanya proyek APBD seharusnya pemerintah jangan memberi kepercayaan sepenuhnya kepada pemborong, karena warga melihat tidak ada yang mengontrol. “Kami sebagai warga tidak mengetahui spek yang sebenarnya, sehingga pemborong semaunya mengerjakan dan asal-asalan,” kata Taufik Rahman.

Bambang Warga Rt.02 / Rw.25 Perum.Griya Asri menegaskan, bahwa pekerjaan pengecoran Jalan Lingkungan (Jaling) di Jalan Melati 2 di Rt.02 dan Rt.06 / Rw.25 Perum.Griya Asri 2, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan kualitasnya sangat jelek sebagai warga saya sudah menegur pemborongnya, namun tidak dihiraukan.”Maka kami akan melaporkan ke Kepala Desa agar pemborong selesai mengerjakan jangan mau BA nya ditanda tangani,” tegas Bambang.

Saat diminta tanggapannya Sekjen GRAK,” Jhon W.Sijabat mengatakan adanya dugaan korupsi lantaran kecurangan pengerjaan pengecoran jaling dilakukan pembiaran PPK dan PPTK serta Wasdal berupa dugaan upeti dari pemboroang saat Berita Acara di terima,” ujar Jhon.

Baca juga :  Hadapi Pemilu Serentak 2019, Kemendagri Gelar Rakornas Satpol PP dan Konsolidasi Tramtibum

Masih kata Jhon W.Sijabat selaku Sekjen GRAK, setiap suatu kegiatan yang dialokasikan dari dana APBD pihak pemborong harus memasang papan proyek sebagai keterbukaan informasi publik (KIP).

“Karena ini sudah tertuang dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008, jika nama CV/PT kontraktor tidak jelas dan nilai anggarannya tak diperlihatkan secara umum maka pemborong yang mengerjakan pengecoran dikhawatirkan menjadi peluang kecurangan,” bebernya.

Dengan terjadinya dugaan penyimpangan dalam proyek pengecoran Jalan Melati 2 di RW.25 Perum.Griya Asri, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, ada indikasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK ) dan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) serta Wasdal di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) melakukan dugaan korupsi berjamaah dengan pemborong melalui dana APBD Kab Bekasi. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru