banner 728x250

Ketua IWO Kota Bekasi Sesalkan Dugaan Ancaman Lurah Pekayon  pada Wartawan Media online

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Dugaan ancaman yang dialami salah satu awak media online di Kota Bekasi yang dilakukan oleh oknum lurah Pekayon Jaya berinisial RJ sempat viral di media, disesalkan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan

“Jika keberatan dengan sebuah berita narasumber diberi celah untuk melakukan bantahan yakni hak jawab atau somasi melalui Dewan Pers seperti yang diatur dalam kode etik jurnalistik,”ucap Iwan.

banner 336x280

Dia menjelaskan, ancam-mengancam pada wartawan sudah tidak cocok dilakukan apalagi oleh seorang pejabat birokrasi. “Kan bisa minta hak jawab melalui Humas Pemkot ditujukan kepada media yang bersangkutan ,” jelas Iwan.

“Selama ini kan Humas Pemkot Bekasi menjadi corong pemerintah daerah untuk menjawab hal-hal yang ditulis seorang wartawan. Saya berharap Walikota Bekasi, Rahmat Effendi harus menegur siapapun pejabat di lingkup Pemkot Bekasi yang melakukan ancaman pada pekerja media,”tegasnya.

Sebelumnya diberitakan salah seorang Wartawan radarnonstop.co mengaku merasa dirinya diancam oleh Lurah Pekayon terkait pemberitaan berjudul “Wow!!! Lurah Pekayon Jaya Diajak Tour Ke China?”.

Wartawan bernama Yudhi tersebut menjelaskan, pemberitaan yang dibuatnya pada Rabu, 13 Oktober 2019 terkait pemberitaan dugaan Lurah Pekayon Jaya, RJ atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mencoba mengkonfirmasi namun tidak di gubris.

“Rabu, 13 Oktober 2019 berita itu saya buat. Dan sebelumnya saya coba mengkonfirmasi yang bersangkutan lewat WhatsApp dengan pertanyaan-pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China namun tak satupun dijawab. Dan tanggal 15 Oktober dia (Lurah Jidor) baru ngerespon,” terang Yudhi kepada awak media, Jum’at (15/11).

Yudhi menjelaskan kalau dirinya saat ini merasa terancam dengan balasan WhatsApp Lurah Pekayon.
“Salah satu isi balasan Lurah Pekayon, ‘saya sikat’ jelas itu bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita bekerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers, ini saya malah diancam saat konfirmasi sesuai sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan,” tegasnya.

Baca juga :  Mensukseskan Nawacita, LSM PIN Menggelar Workshop Mengembangkan Ide Bisnis

Jelas, kata Yudi aksi ancaman tersebut merupakan bentuk ketidak transparansinya para pemangku jabatan selaku figur publik terlebih sebagai abdi negara dengan menunjukkan sebuah sikap arogansi pejabat di Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini bentuk ketidak profesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam, tapi karena dia meminta Dewan Pers untuk memberikan Hak Jawab, itu akan saya lakukan bersamaan dengan saya akan melapor ke Polresta Mertro Bekasi Kota sesuai dengan KUHP Pasal 368 ayat 1 agar para pejabat tidak ada lagi pengancaman terhadap wartawan,” tegasnya.

Adapun isi berita tersebut, Lurah Pekayon Jaya, diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Lurah Pekayon, biasa dipanggil Jidor ikut rombongan Walikota ke China. Apa kapasitasnya Lurah ikutan tour? Dan Kemampuan dia sebagai Lurah juga masih sangat diragukan,” ungkap A narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan meminta agar namanya untuk tidak disebutkan, Minggu (13/10).

Sayang, saat dikonfirmasi terkait pertanyaan, kalau boleh tahu kemarin ikut ya ke China? Emang di sana dalam rangka apa? Keikutsertaan Pak Lurah di sana sebagai apa? dari pertanyaan tersebut sampai berita ini diturunkan kata Yudi tak satupun dijawab.

Bahkan, berkali-kali ditelpon pun guna dimintai keterangan dirinya enggan mengangkat. Saat di WhatsApp, Lurah Jidor hanya membaca tanpa memberikan tanggapan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Karto saat dikonfirmasi terkait keberangkatan ke China dalam rangka apa dan keikutsertaan seorang Lurah pada rombongan tour kapasitasnya sebagai apa, dengan singkat mengatakan, “Tanya ke Sekda aja sebagai Plh (Pelaksa Harian) Walikota,” pungkasnya, Minggu (13/10).

Baca juga :  Manfaat SPAM desa tanjung jaya cisaga Sudah dapat di rasakan masyarakat .

Sebelumnya, Sajekti Rubiyah selaku Kasubag Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bekasi ketika dikonfirmasi pada Senin (7/10) lalu mengatakan bahwa keberangkatan ke China terkait Lingkungan Hidup. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *