oleh

Bagong Suyoto Usulkan Jokowi Bentuk Tim Khusus Tata  Kelola Sampah

Bekasi, Kicaunews.com – Pemerintah Pusat dan daerah serta sejumlah pihak sudah mengeluarkan anggaran cukup besar setiap tahun untuk menangani dan mengolah sampah, namun hasilnya belum tampak. Pembuangan sampah liar semakin banyak. Indikasinya ketika hujan sampah masuk memenuhi badan sungai selanjutnya hanyut terbawa arus air hingga ke pesisir dan laut.

Demikian pernyataan Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS) dan Dewan Pembina Koalus KAWALI Indonesia Lestari,Kamis (14/11/2019).

Menurut Bagong jika sampah tersebut terakumulasi jumlahnya sangat besar, maka Indonesia disebut sebagai pencemar laut nomor dua setelah China. Rekor dunia ini dirilis oleh World Bank dan lembaga internasional lainnya. Sungguh sangat mengenaskan!

Selain itu, pertambahan sampah yang dibuang ke TPA semakin banyak. Gunung-gunung sampah terus bertambah setiap tahun. Karena sampah tidak diolah, tidak dikurangi. Kondisi TPA semakin mengenaskan dan mengacam lingkungan dan kesehatan warga.

“Sebab TPA dikelola dengan sistem open-dumping. Ketika musim hujan terjadi kebakaran,  ada TPA yang sampah terbakar atau dibakar dua-tiga bulan, ada yang sampai tujuh bulan,” bebernya.

Hal ini terjadi sebab tidak memiliki SOP. Ketika musim hujan, sampah akan longsor dan leachate mengalir langsung ke tanah, drainase dan kali karena memang tidak punya IPAS, jika ada alakadarnya.

Rencana-rencana kita mengolah dan mengurangi sampah baru di atas kertas Pak Presiden!  Target-target penanganan dan pengurangan sampah baru di atas keras Pak Presiden. Teknologi yang kita sediakan untuk olah sampah cuma sekadar pajangan atau etalase bahwa anggaran proyek telah diserap atau direalisasikan?! Di sini pilihan dan penerapan teknologi olah sampah merupakan penyakit tersendiri!  Merupakan masalah yang serius! Merupakan jenis penyakit yang sudah puluhanntahun, sampah liar.

Baca juga :  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Bahrullah Akbar: BPK Terus Dorong Transparansi Pengelolaan Anggaran

Ada suatu penyakit yang menempel pada mental dan sistem pengelolaan sampah harus dioperasi total Pak Presiden. Jika tidak disuntik mati sistem itu maka boleh jadi Indonesia tidak bisa keluar dari kerangkeng permasalahan sampah!!

Oleh karena itu Indonesia harus mereformasi mental, perilaku dan sistem pengelolaan sampah yang buruk selama ini. Dalam konteks ini dilebelkan pada titik-titik sampah liar dan gunung-gunung sampah di TPA. Kita harus keluar dari sistem tersebut Pak Presiden.

Presiden harus membentuk Tim Khusus guna mereformasi tata kelola sampah dan menempatkan orang-orang yang tepat, cepat, berani dan nekad. Pembenahan total pengelolaan sampah bagian sangat penting dari Gerakan Indonesia  Maju.

Apalagi kata Bagong pada era 4.0 terjadi perkembangan luar biasa, yakni berkembang dan merebaknya titik-titik pembuangan sampah liar atau ilegal. Merupakan suatu prestasi tersendiri yang tidak bisa ditolak oleh zaman dan peradaban bangsa Indonesia.

Hal ini akibat pertumbuhan penduduk, pembangunan, industri, dll. Juga gaya hidup dan pola komsumsi boros material yang berimplikasi bertambahnya sampah dan limbah. Pungkasnya.(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru