banner 728x250

Status Honorer Dijabat Wakepsek SMA N 18 Dipertanyakan??

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Status guru honorer Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMA N 18 Bekasi Timur Osika Juwatiar Shaliha dipertanyakan. Lantaran status guru honorer yang disandangnya diduga belum tepat diemban oleh guru tersebut.

Demikian diungkapkan LSM Lembaga Investigasi Anggaran Publik (Linap) menyebut salah satu Wakil Kepala Sekolah di SMA Negeri 18 di Kota Bekasi dijabat oleh tenaga honorer.

banner 336x280

“Ini aneh, aturan apa yang dipakai kepala sekolah itu. Guru PNS masih banyak, kok bisa dipakai tenaga honorer, ini ada apa?,” ujar ketua Umum LINAP Baskoro, Kamis (7/11/2019) di Jakarta.

“Ini administrasi yang sangat kacau, ini pasti ada apa-apanya. Kalau tidak, mana mungkin bisa terjadi hal seperti itu,” sebut Baskoro.

Menurutnya, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan sudah diatur.

Salah satunya, minimal guru tersebut harus memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun dan dari PNS.”Jangan ada politik dalam dunia pendidikan donk,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, Wakepsek Kesiswaan  SMAN 18 Kota Bekasi Endah Mudiarti saat ditemui membenarkan bahwa wakepsek di sekolahnya seorang tenaga honorer.

“Alasannya, waktu itu kan sebelum sekolah ini terbentuk, sekolah kita kan masih gabung di SMAN 1 dan kurikulumnya juga berbeda, kemudian guru kurikulum SMAN 1 mengundurkan diri. Lalu stafnya yang maju sampai sekarang. Karena kita SDM nya kurang waktu itu,”kata dia dikonfirmasi Jumat, (8/11/2019).

Dia menuturkan, jabatan wakepsek kurikulum oleh tenaga honorer ini sudah dijabat sejak tahun 2015 hingga saat ini.”Disini kan SDM masih kurang mumpumi karena kamampuan kita disini engga bisa memguasai bidang kurilulum. Sedangkan Kurikulum itu jantungnya, apalagi PNS nya cuma ada 11 orang termasuk Kepsek,”ujarnya.

Baca juga :  Sektor ESDM, Jonan Sebut Harus Merevitalisasi Diri

Sementara saat ditanya soal apa landasan aturan hukumnya jika Kepsek Reny Yosefa mengangkat Wakepsek Osika atau biasa disapa guru Sisi sedangkan statusnya sebagai tenaga honorer. Endah yang juga merupakan humas sekolah mengakui kalau itu merupakan hak preogratif Kepsek.

“Aturannnya kan bisa, lah emang kenapa, yang penting kan punya kompoten. Dia emang jagonya, dia pintar, kita aja PNS salut. Coba kalau ga ada yang pintar, mau dibawa kemana sekolah ini,” tambah dia seraya tidak menjelaskan secara rinci aturan yang dimaksud.

Ia mengatakan pengangkatan tenaga honorer sebagai Wakepsek merupakan kebijakan dan hak preogratif dari kepala sekolah yang berfungsi untuk membantu kepala sekolah.”Itu kebijakan Kepsek untuk memilih pembantunya, dan itu juga sudah diketahui oleh pengawas serta Dinas,”ucap dia.

Dia juga mengaku tidak mengetahui aturan tentang jabatan wakepsek apakah harus apartur sipil negara (ASN) apa tidak.”Kalau soal aturan saya tidak tau bang, apakah wakepsek itu harus dari ASN atau tidak karena masalahnya kita kekurangan tenaga guru,” ucap Endah berdalih.

Senada dikatakan Fitri, tenaga honor di SMAN 18 Kota Bekasi bahwa jabatan wakepsek yang dijabat honorer sudah diketahui oleh pengawas dan juga Dinas Pendidikan Propinsi Jabar.”Itu sudah diketahui oleh KCD, “akuinya.

Namun sayangnya, tenaga honorer yang menjabat Wakepsek Sisi yang dimaksud tidak bisa dimintai keterangan begitu juga dengan Kepsek SMAN 18 Kota Bekasi.”Kalau Wakepseknya lagi keluar,”ujar Fitri. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *