oleh

Dirjen Dukcapil : Sensus Penduduk 2020 Bantu Dukcapil Update Data Kependudukan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Jajaran Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dinilai sudah menuntaskan 14 langkah besar menuju pelayanan yang membahagiakan masyarakat. 

Hanya saja, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan ada dua agenda besar yang dicermati di tahun 2020. 

“Secara nasional pekerjaan kita relatif sudah selesai, tapi kita memiliki dua pekerjaan besar. Yaitu Pilkada Serentak, dan mendukung habis Badan Pusat Statistik, BPS untuk melakukan Sensus Penduduk 2020,” kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh di hadapan para Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil yang hadir dalam Workshop Pengembangan Kapasitas Aparatur Disdukcapil di Daerah, bertema: SDM Unggul Pelayanan Adminduk Prima, di Jakarta, Kamis (7/11/2019) malam.

Prof. Zudan pun memerintahkan para Kadis Dukcapil agar berkoordinasi dengan BPS setempat di wilayah masing-masing. 

“Lihat apa saja data yang kurang, kita akan melakukan pemutakhiran berkelanjutan melalui Sensus Penduduk 2020. Kalau BPS minta data apa pun, berikan saja,” tegasnya. 

Zudan merekomendasikan berikan data penduduk yang sudah meninggal untuk dimasukkan dalam sistem data BPS. 

“Nah, setelah sensus selesai Dukcapil akan dapat data balikan dari BPS. Sehingga akan banyak update data, akan banyak KK yang harus dicetak ulang, sebab yang meninggal dikeluarkan dari KK. Akan banyak penduduk yang baru, data pendidikan pasti terupdate, profil pekerjaan bakal terupdate,” katanya lebih jelas.

Sebagai contoh, Zudan mengungkapkan jumlah anggota DPD RI ternyata lebih dari 4 kali 34. “Sebab yang sudah tidak jadi anggota DPD belum mengganti KTP-el nya, belum update datanya. Anggota baru yang masuk juga belum mengganti sehingga belum tercatat,” ungkap Zudan.

Begitu juga anggota DPR RI, jumlahnya lebih 560 orang. Ini lantaran yang sudah tidak terpilih KTP-nya masih tertulis anggota DPR, belum meng-update data. Yang sudah terpilih juga banyak yang belum mengganti elemen data KTP-elnya. Nah setelah sensus semuanya akan ter-update. 

Namun Zudan mengingatkan jajarannya terkait dokumen kependudukan, cetaknya blangkonya jangan banyak-banyak. Dia meminta kertas security untuk blangko akta lahir, mati, kawin, cerai, KK jangan dicetak banyak, secukupnya saja.

“Sebab mulai tahun depan semua dokumen kependudukan dicetak dengan menggunakan kertas HVS biasa. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bagaimana bila masih banyak? Kita beri waktu sampai 31 Juni 2020, silakan sambil dihabiskan,” kata dia.

Zudan juga mengungkapkan segera meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang prinsipnya sama dengan ATM. Warga bisa memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan semudah mengambil uang di ATM.

“Itu nanti kertasnya satu slot, semua dokumen kependudukan dicetak dengan kertas putih HVS itu. Jenis kertasnya nanti ada ketentuannya, ukurannya A4 atau lainnya, berat gramnya sudah standar. Dukcapil bertransformasi di sini. Jadi Dukcapil Go Digital itu transformasinya adalah efisiensi, efektivitas dan memudahkan kerja Dukcapil. Tidak ada lagi istilah blangko habis, karena dicetak pakai kertas putih biasa,” paparnya menjelaskan.

(Red/Puspen Kemendagri)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru