oleh

Jendlap OPM, Mendapat Tindakan Represif Saat Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Disnaker Kota Makassar

MAKASSAR, Kicaunews.com – Puluhan Mahasiswa unjuk rasa di Pelataran Kantor Disnaker Kota Jl. A.P. Pettarani Kel. Gn. Sari Kec. Rappocini kota Makassar, aksi unjuk rasa dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) yang dipimpin oleh Zulfikar (Jendral Lapangan), dalam rangka menyikapi terkait “belum adanya penyelesaian terhadap Hak Normatif 9 Buruh yang di PHK Sepihak oleh Holland Bakery.

Dimana Disnaker Kota Makassar dan Provensi Sulawesi-selatan tidak mampu menjalankan tupoksinya sesuai dengan amanat UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta pasal 190 tentang administratif. Kamis (07/11/19) Sore tadi.

Dari pantauan awak media, Tampak massa aksi melakukan orasi secara bergantian dengan megaphone, mengibarkan bendera lembaga Oraganisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) serta membakar ban bekas sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Disnaker Kota.

Zulfikar selaku jendral lapangan menuntutu, Mendesak Gubernur Sulsel Untuk Mencopot Kadis tenaga kerja kota Makassar dan Provensi Sulsel yang tidak mampu menyelesaikan PHK sepihak terhadap 9 buruh yang di PHK.

“Serta mendesak Gubernur Suisel untuk secepatnya memanggil Pihak manajemen Holland Bakery dan memberikan sanksi administratif sesuai dengan Pasal 190 Undang-undang ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Serta Copot Kepala Disnaker Kota Makassar,”Tegasnya dalam orasi.

Tak hanya itu, sekira pukul 15.29 Wita, Massa aksi saling dorong dengan Aparat Kepolisian yang berjaga dilokasi aksi, karena hendak melarang membakar ban yang mengakibatkan arus lalin sempat macet.

Hingga aksi selesai, OPM berjanji akan segera konsolidasikan kepada Kader-kadernya dan akan menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Polrestabes Makassar dengan adanya tindakan Represif Oknum Aparat Kepolisian terhadap massa aksi kader OPM. (ARIANI/RED)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru