banner 728x250

Soal SD Ambruk Di Pasuruan, Hetifah Minta Segera di Investigasi

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Berita duka menyelimuti dunia pendidikan tanah air. Pada Selasa (5/11), sebuah sekolah dasar di Pasuruan, Jawa Timur, ambruk dan menewaskan seorang siswa dan seorang guru. 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi kejadian naas tersebut, Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membawahi bidang pendidikan menyebut, hal itu sangat memprihatinkan, mengingat anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan sangat besar.

banner 336x280

“Harus kita selidiki, dimana akar missnya? Apakah pihak sekolah yang tidak melaporkan kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak, ataukah dari dinas pendidikan kota yang belum menindaklanjuti laporan?,” ujarnya.

Hetifah menambahkan, sekolah dasar merupakan tanggung jawab pemerintah kota. Namun, banyak juga program bantuan dari pemerintah pusat seperti dalam bentuk dana alokasi khusus.

“Semua stakeholder pendidikan harus proaktif dalam mengajukan dan melaksanakan perbaikan sekolah-sekolah yang kurang layak. Baik dari pihak pemerintah kota, pihak sekolah, maupun orangtua murid”, tambahnya.

Dihubungi secara terpisah, Yanti Sriyulianti, pakar pendidikan yang juga penggagas sekolah aman menyatakan, kuatnya struktur bangunan menjadi hal yang penting bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

“Menurut standar sarana prasarana Permendikbud, kekuatan bangunan adalah 20 tahun. Gedung ini masih berusia 2 tahun, seharusnya jika dibangun dengan baik, gedung ini masih memenuhi standar kelayakan,” Jelasnya.

Yanti menambahkan, kejadian ini harusnya dijadikan momentum bagi pemerintah dan stakeholder pendidikan lainnya untuk benar-benar menanggapi serius pembangunan sekolah aman bencana. Apalagi, kebanyakan sekolah di Indonesia berada di wilayah rawan bencana, kecuali di Kalimantan.

“Bukan hanya pembangunan fasilitas fisik yang harus diperhatikan, namun juga manajemen penanggulangan bencana dan pendidikan pengurangan resiko bencana,” pungkasnya.

Sehubungan dengan hal itu, Hetifah meminta adanya investigasi lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya bangunan sekolah tersebut.

Baca juga :  Berantas Calo dan Pungli, Dirjen Dukcapil Bangun Integritas dan Sistem

“Perlu diselidiki, apakah memang ada terjadi gagal konstruksi sejak awal? Pihak-pihak terkait harus bertanggung jawab,” tegasnya.(Red/rilis)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *