oleh

Dosen Biologi Universitas Negeri Malang, Gelar Pengabdian Masyarakat

Malang, Kicaunews.com – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat para Dosen Biologi bekerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Malang, menggelar pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga menuju kampung sehat, kegiatan tersebut dilaksanakan di RW 15 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang. Jawa Timur, selama satu Bulan Oktober-Nopember 2019.

Ketua tim pengabdian masyarakat Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd, mengatakan, kegiatan ini dilakukan setiap tahun satu kali, sebagai upaya untuk mengawali terbentuknya kampung sehat di wilayah timur kota Malang.

Bentuk kegiatan yang dilakukan, lanjut Mohammad Amin, yaitu composting (pengomposan) berupa memilah sampah Organik dan Sampah Non Organik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi bahan pupuk tanaman.

Anggota pendukung dari tim pengabdian masyarakat dari jurusan Biologi Universitas Negeri Malang, Dr. Vivi Novianti, M.Si., Drs. I Wayan Sumberartha, MSc dan juga Bagus Priambodo, M.Si.

“Kegiatan ini sangat penting untuk masyarat karena merupakan kebutuhan warga yang mendesak. Masalah sampah yang tampak sepele bila tidak dicarikan solusi akan menjadi masalah besar,” kata Mohammad Amin, Rabu (6/11/2019).

Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang telah melakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang relevan dan pengamatan lapangan. Berdasarkan observasi dan analisis situasi dapat disampaikan bahwa rata-rata per KK di RW 15 di Kelurahan Madyopuro ini setiap hari menghasilkan tidak kurang dari 1kg sampah Organik dan lebih dari 1,5kg sampah Non Organik. Dengan demikian, dari RW 15 ini per hari tidak kurang dari 125kg sampah organik dan 185kg sampah anorganik per hari.

Salah satu solusi untuk mengatasi produksi sampah yang terus meningkat adalah edukasi masyarakat RW 15 Madyopuro Kota Malang adalah dengan kegiatan pelatihan pemilahan sampah.

Baca juga :  Sebanyak 108 Desa, Ikut Pilkades Serentak 2017, Desa Montor Termasuk !!!

Kelurahan Madyopuro dipilih untuk kegiatan ini karena kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kedungkandang letaknya sangat strategis dengan sumber potensi yang dimiliki yaitu: Central Business (Pusat Perdagangan), sebagai kota mahasiswa, produksi dari hasil kreatifitas home industri berupa kue basah dan makanan ringan lainnya dan usia produktif mendominasi populasi, ketersediaan tenaga kerja yang besar.

Wilayah Madyopuro memiliki area untuk pusat olah raga, perdagangan sekaligus rekreasi yaitu di area Velodrome yang bersebelahan dengan Pasar dan Terminal Madyopuro.

Salah satu wilayah yang berdekatan dengan dengan area velodrome yang setiap akhir pekan dimanfaatkan untuk pasar rakyat adalah wilayah Rukun Warga (RW) 15. RW 15 memiliki 5 RT (Rukun Tetangga) yang setiap RT terdiri rata-rata tidak lebih dari 25 Kepala Keluarga (KK). Sebagai pusat aktivitas warga maka area ini berpotensi untuk menghasilkan sampah.

Salah satu warga di RW 15, Siswantoro (54) sebagai koordinator lapangan mengatakan, “kegiatan ini adalah kegiatan yang berkelanjutan sebab tahun yang lalu kami sudah diberi pelatihan tentang composting dan tahun ini pemilahan sampah sekaligus pembuatan limbah cair rumah tangga untuk pupuk cair,” ucapnya

Hasil kegiatan tahun lalu, lanjut Siswantoro, sangat bermanfaat untuk mengolah sampah padat dan tahun ini diutamakan sampah basah.

“Kami berharap kampung kami menjadi kampung sehat dan berdaya dengan adanya pemberian pelatihan dari dosen universitas negeri malang ini terasa manfaatnya, memberikan pelatihan mengelola sampah dengan baik kepada masyarakat,” pungkas wakil RW 15 Madyopuro ini.

(Awadudin Angkrih)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru