oleh

Prof. Musni Umar, Bawaslu DKI Jakarta Gelar Kegiatan Evaluasi Hasil Pemilu 2019

JAKARTA, Kicaunews.com – Bawaslu DKI Jakarta mengadakan evaluasi hasil Pemilu serentak 2019,yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 3-5 November 2019 di Swiss Bell Hotel, Mangga Besar, Jakarta.

Di hari kedua ini Prof Musni Umar yang saat ini menjabat Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Rawamangun Jakarta Timur, beliau menyampaikan evaluasi hasil Pileg dan Pilpres 2019.

Berikut paparan materi beliau, Pemilu yang dilaksanakan adalah berdasarkan kedaulatan rakyat untuk membangun kesejahteraan rakyat bukan membuat kisruh di masyarakat, membangun kesejahteraan masyarakat dan memakmurkan rakyat, itulah tanggung jawab yang harus dilakukan oleh peserta pemilu yang terpilih kemarin di 2019.

Tujuan dari terselenggaranya Pemilu yakni Membangun suatu pemerintahan yang baik, jujur dan adil.

Peserta Pemilu kemarin adalah parpol dan perseorangan untuk DPD,merekalah yang bakal menentukan arah Kesejahteraan rakyat mendatang, karena rakyat sudah mempercayakan suaranya kepada mereka.

Dalam hal pemilu bahwasannya Pemilu dilaksanakan sesuai UU, yakni dilaksanakan oleh KPU, jadi tidak bisa kembali lagi seperti di era yang lalu.
pemilu untuk DPR pesertanya adalah partai politik.

Menurutnya Seorang ilmuwan atau aktivis tidak bisa menjadi calon peserta jika tidak memiliki uang,karena yang duduk di kursi adalah mereka yang memiliki uang,aktivis aktivis sangat minim dalam peserta pemilu kemarin dikarenakan tak memiliki uang.

Anggota DPRD bercerita betapa mahalnya terpilih menjadi Dewan, begitulah realitas yang terjadi dalam politik yang diperoleh.

Beliau juga mengusulkan sebaiknya sistem dirubah dan dikembalikan kepada sistem yg tertutup tetapi harus transparan, dan terbuka dalam pemilihannya bukan berdasar suara terbanyak melainkan berdasarkan ranking.

Pemilu bukan cuma luber tetapi harus jurdil, dalam evaluasi ini belum diterangkan rentan jarak TPS ke kecamatan atau tempat lainnya.
Beliau menyarankan agar pemilihan bisa dengan e-voting, bukan dengan manual.

Baca juga :  Pemkab Banyumas Umumkan Hasil Pemenang Pilkades Serentak 2019

Sehingga tidak terjadi kecurangan dan penyalahgunaan pada pemilu dan hasil pemilu secara e-voting bisa langsung terlihat secara nasional.

Catatan buat pemilu 2024 agar tidak ada lagi DPT siluman, karena persoalan terlihat kemarin karena DPT.

Menyelesaikan masalah ini harus bersama sama, menurutnya penyeselesaian sengketa pemilu sangat penting di evaluasi karena menurut pengamatan saya hukum tidak berlaku untuk semua.

Persoalan politik uang juga muncul, politik uang sangat dahsyat dilakukan, namun sangat jarang sekali sampai di pengadilan karena dianggap tidak cukup bukti. Menurutnya penyelesaian sengketa pemilu belum berjalan adil, karena hanya berlaku bagi penantang saja.

Peserta dalam acara evaluasi hasil Pemilu 2019 ini ada dari perwakilan BEM,OKP Pemantau Pemilu, KPU, media.

Bersama rakyat awasi Pemilu, Bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu. (A W)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru