oleh

SDN 1 Kliwed Kertasmaya Indramayu Diduga Lakukan Pungli

Indramayu, Kicaunews.com – Kembali pungli dunia pendidikan di Indramayu semakin tidak terkendali baik dari tingkat SD, SMP, sampai sekolah menengah kejuruan, Dengan adanya sikap para oknum guru dan komite sekolah yang membuat aturan kebijakan sendiri dengan berbagai cara akal liciknya dengan dalih dan alasan untuk memperbaiki siswa-siswinya supaya lebih akuntabel berkepribadian dan berpendidikan, Padahal yang namanya pungli itu berbentuk apapun caranya tetap aja disebut pungli dan tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

SDN 1 kliwed kecamatan kertasmaya kabupaten indramayu, Karena keterbatasan dana perlu ditimbangkan matang-matang, Sementara dalam pantauan kicaunews patut dicurigai sebab SDN 1 kliwed ini sudah menyalahi aturan pemerintah, Dengan cara dan alasan sumbangan keharusan untuk pembangunan yang kiranya masih dibutuhkan sekolah.

Kepala sekolah SDN 1 kliwed ‘Muniah S. Pd, SD beserta komite sekolah tidak berada diruang kerjanya, Jumat (25/10/2019), Menurut keterangan guru pengajar kepsek dan komite sedang keluar, kicaunews coba menghubungi lewat via tlfon dan via WA tapi tidak direspon, menurut keterangan guru pengajar SDN Kliwed 1 “Ia membenarkan sesuai dengan kesepakatan dan atas musyawarah komite dan orang tua murid bersedia menyepakati memberikan kesediaan tersebut didasarkan hasil musyawarah yang membahas beberapa kegiatan dan pengadaan pemasangan pavling blok untuk halaman sekolah, pembuatan taman serta pengecatan tembok, Yang disertai dengan jumlah biaya yang dibutuhkan.

“Dengan hasil musyawarah tersebut sudah menemui titik temu Kesepakatan pembicaraan tentang sumbangan untuk pembelian pavling blok per siswa masing-masing dipungut sebesar Rp 170.000,-(seratus tujuh puluh ribu rupiah), dari kelas 1 sampai kelas 6 Karena sehubungan pemerintah belum mengucurkan dana sedangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah dan siswa perlu ditangani,”terangnya

Bahwa sumbangan ini diharuskan karena kalau tidak secepatnya akan musim hujan lapangan halaman sekolah becek dan banjir, Perencanaan yang sudah kita buat di sepakati orang tua murid bersama komite dan pihak sekolah SDN 1 kliwed kertasmaya, Tentunya nanti buat kemajuan murid-murid kita juga supaya leluasa bisa buat kegiatan olah raga. Dengan Jumlah murid dari kelas satu sampai kelas 6 sebanyak 183 siswa.

Baca juga :  Kemendagri Media Forum: Pentingnya Nilai Pancasila, Toleransi dan Kerukunan Serta Gerakan Melawan Hoax

Sementara itu, Orang tua murid berinisial ‘A” dan orang tua murid lainnya mengeluhkan anaknya yang disekolahkan di SDN 1 kliwed, Terus terang atas musyawarah di gedung SD 1 kliwed, Musyawarah yang membahas terkait perbaikan halaman sekolah itu yang beberapa meter.

“Saya orang miskin jadi terbebani lagi dengan adanya sumbangan tapi itu bukan sumbangan yang ikhlas saya rasa itu mengharuskan bayar kalau sumbangannya seikhlasnya ya tidak jadi masalah ini besar bagi saya orang miskin,”katanya

Uang sebesar Rp 170.000,- bagi saya itu terlalu membebani, Menurut saya apa tidak menunggu bantuan dari pemerintah aja, Jangan murid yang terus-terusan dibebani.

“Sumbangan untuk bangun itu’ beli ini saya sebagai orang tua dengan penghasilan kecil merasa terbebani sekali, Bukan SD aja yang kena pungutan PAUD dilingkungan sekolah SDN 1 kliwed juga ikut kena pungutan,”Tuturnya.

Ditempat terpisah Suparno Ketua (LSM) lembaga investasi negara (LIN) Kabupaten indramayu saat temui dikantornya mengatakan Saya merasa miris terhadap dunia pendidikan di Indramayu yang notabene semakin menggurita saja, Tak mengindahkan situasi dan peraturan dari pemerintah, Se olah-olah merasa kebal dengan hukum segala hal yang berkaitan dengan pungutan banyak dilakukan berbagai modus hasil musyawarah menjadi dasar untuk mengelabui wali murid.

“Kalau bukti dan fakta dilapangan benar adanya maka saya sebagai ketua LIN akan melaporkan tindakan Komite sebagai kepanjangan tangan Kepala sekolah kepada Yudikatif,” Tegasnya. (MT jahol)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru