banner 728x250

Pencemaran Kali Cilemahabang Kian Parah, Warga Sudah Terjangkit Gatal – gatal

  • Bagikan
banner 468x60

Cikarang Utara, Kicaunews.com – Warga Desa Karang Bahagia  dan Waluya, Lemahabang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengaku sedih dan menderita lantaran sudah setahun merasakan gatal gatal dan kesulitan air bersih dampak tercemarnya sungai Cilemahabang yang merupakan air irigasi PJT II Lrmahabang yang tak kunjung ditindaklanjuti oleh Pemkab Bekasi.

Warga sudah kehabisan kesabarannya karena keluhannya tak pernah direspon oleh aparat desa apalagi Dinas Lingkungan Hidup. Pencemaran sungai Cilemahabang ini  sudah tidak bisa dianggap sepele lagi karena airnya hitam, berbau dan berbusa.

banner 336x280

Banyak warga tak mampu yang mengantungkan air sungai untuk keperluan sehari – hari akhirnya terpaksa digunakan meskipun harus menerima resiko terkena penyakit kulit gatal – gatal. Padahal  sudah tak layak digunakan, demikian penuturan warga saat ditemui wartawan kicaunews.com di lokasi, Kamis (24/10/2019).

Warga bernama Ibu Umi mengaku sedih dan kecewa seakan warga di desanya seperti anak tiri yang tak mendapatkan perhatian dan kepedulian dari Bupati Eka Supria Atmaja yang juga berdomisili  tak jauh dari tempat tinggal warga.

” Kami cuci baju bayi, cuci piring bahkan air wudhu terpaksa pake air hitam dan bau ini untuk keperluan sehari – hari. Mau bagaimana lagi saya ga mampu pasang air sanyo  dan air bersih  tak bisa kami beli,” ucapnya sedih.

Warga seperti Bu Umi masih banyak mereka tergolong keluarga berekonomi lemah untuk membiayai hidup sehari – hari saja pas – pas an apalagi untuk membeli air bersih, mereka mengaku tak mampu.

“Anak – anak dan orangtua sudah banyak yang terkena gatal -gatal tapi belum ada sama sekali pejabat yang turun kemari untuk melihat kondisi warga,” lanjut Bu Umi prihatin.

Baca juga :  Kapolres Indramayu Memberikan Reward Kepada Personel dan Kepada Jurnalist TVRI Serta Memberikan Punishment Kepada Personel Yang Melanggar

Warga berharap pemerintah setempat untuk peduli dengan membuatkan sumber air bersih artesis dengan bantuan satelit untuk kebutuhan air bersih warga sekitar.

“Kita pengennya ada bantuan air bersih dari pemerintah apalagi sekarang kemarau panjang kami kesulitan air,” ucap Ahmad Ambon salah satu warga Karang Bahagia.

Bagaimana pendapat Ketum LSM Suara Independen Rakyat Adil (SIRA),H. Erikson Manalu menyikapi hal ini, terlebih Desa Waluya merupakan kampung halaman Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang seharusnya diberika perhatian yang serius terkait hal ini.

“Memprihatinkan sekali kondisi sungai hitam dan berbau dibiarkan ternyata lokasinya tak jauh dari tempat tinggal Bupati. Bagaimana kalau lokasinya jauh dari tempat tinggal beliau yang tak nampak di depan mata,” ucapnya prihatin.

Erikson tegas menyayangkan kondisi sungai yang diduga tercemar limbah pabrik yang ada disepanjang saluran irigasi PJT II Desa Waluya tak ada upaya penangganan secara serius dari Pemkab.Bekasi.

“Tindak tegas aja oknum yang bermain. Siapa saja baik oknum penguasaha atau oknum ASN yang tak bisa kerja atasi pencemaran sungai agar masyarakat melihat bukti slogan Bekasi Baru dan Bekasi Bersih benar diterapkan,” ucap Erikson kritis.

Ketum LSM SIRA H.Erikson Manalu pun meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, segera menelisik segala bentuk perizinan pabrik – pabrik yang ada sekitar saluran PJT II tersebut, apakah sudah memenuhi  Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan Undang Undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebelum dialirkan ke aliran saluran irigasi PJT II tersebut,tandasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *