banner 728x250

Diskusi Mencegah Info Hoak Dalam Penanganan Konflik Papua

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Menyikapi gejolak yang ada di Papua, Goebok Indonesia menggelar diskusi dengan thema Penegakan Hukum dan Mencegah Info Hoax Dalam Penanganan Konflik Papua.

Acara yang diselenggarakan di Whats Up Cafe, Kamis (24/10/2019) dipantik oleh beberapa narasumber, diantara H. Abdullah Affiz, MA (Aktivis Nasional), Muhtar Said, MH (Pengamat Hukum dan Politik), dan Ruzi Sutiawan, SE (Aktivis Mahasiswa).

banner 336x280

Dalam penyampaiannya H. Abdullah Affiz, MA mengatakan banyak hal yang perlu disoroti di Papua, dia menjelaskan kalau konflik Papua punya sejarah panjang, dalam cacatannya sejak 1963.

“Banyak hal yang kita sorotoi tentang peristiwa yang terjaadi di Papua. Papua merupakan sebuaah wilayah yang masih berada dalam pengawasan negara. Konflik yang terjadi di Papua tidak terlepas dari konflik OPM yang timbul dari 1963 dan yang terjadi pada tahun 1991” ujarnya.

Dalam pengamatannya yang sering menjadi pemercik konflik adalah soal rasisme.

“Yang di mana konflik yang ada di Papua karena faktor rasisme yang banyak beredar di masyarakat” imbuhnya.

Menambahi dari pemateri sebelumnya, Ruzi Setiawan, SE menceritakan pengalamannya ketika berdikskusi dengan beberapa sahabatnya yang asli Papua. Menurutnya masalah di Papua komplek, termasuk juga soal sumber daya alam dan pandangan negatif terhadap masyarakat Papua.

“Berbicara mengenai Papua sebenarnya sangat kompleks. Papua dengan segudang pemandangan yang luar biasa, Sumber Daya Alam yang sangat melimpah dan masyarakatnya sangat cerdas. SDA yang banyak namun belum terlalu berefek terhadap pembangunan Papua, Jika ada yang mengatakan ada masyarakat Papua yang tidak cerdas maka mereka salah besar dan mereka belum mengenal Papua sepenuhnya” ujar Ruzi.

Menurutnya banyak orang yang belum mengenal Papua lebih mendalam, karena kalau sudah mengenal Papua, mereka pasti akan kagum dengan Papua.

Baca juga :  Deklarasi Damai Serikat Pekerja, Serikat Buruh, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Organisasi Kemahasiswaan se Kab Jepara

“Beberapa hari terakhir saya diskusi dengan mahasiswa Papua sebenarnya mereka tidak terlalu mempersoalkan kejadian yang terjadi di daerahnya, mengenai Papua karena kurangnya pemahaman pada masyarakat tentang Papua secara terperinci, kalau mereka tahu pasti mereka akan kagum dengan Papua” imbuh Ruzi.

Mengenai berita hoax yang beredar saat ini beredar, pemateri diskusi terakhir, Pak Muhtar Said, MH (Pengamat Hukum dan Politik), menyampaikan berita Hoax tidak selalu buruk tergantung bagaimana cara kita menangkap dan menyaring informasi.

“Menurut saya berita hoax tidak selamanya jelek, tergantung bagaimana paradigma kita menangkap tentang berita yang berkembang. Berita hoax akan menjadi jelek ketika dirancang menjadi produksi untuk kepentingan kelompok dan menjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan memicu timbulnya perpecahan. Dan akan baik jika itu untuk menggiring kebaikan, seperti berita Hoax hantu akan mendatangi anak kecil yang tidur terlalu malam” ujar pria yang akarab disapa Muktar.

Menurutnya, warga Papua itu cerdas, mereka pasti bisa memahami dan menyaring berita hoax yang berkembang di Papua.

“Papua adalah wilayah yang besar yang mempunyai penduduk yang banyak serta masyarakat yang cerdas, mereka pasti tahu kebenaran informasi yang beredar di masyarakat” tutup Muhtar. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *