oleh

Sayyid Yusuf Aidit : Al Ghanna Institute Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional

JAKARTA, Kicaunews.com – Al Ghanna Institute mengucapkan selamat hari santri pada perayaan hari santri nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019.

” Ada dua orang santri yang telah membuktikan bahwa di negeri ini santri bisa menjadi pemimpin bukan hanya dalam urusan agama tapi juga negara. Dulu kita punya Gus Dur, sekarang kita punya KH. Ma’ruf Amin”, ujar Sekjen Al Ghanna Institute Saudara Imam Sajidin dalam release pers nya menyambut hari santri nasional, Jakarta, Senin (21/10).

Momen hari santri tahun ini memang istimewa. Disamping hadiah UU pesantren yang telah disahkan bulan kemarin oleh DPR, para santri juga patut berbangga sebab Wakil Presiden terpilih KH. Ma’ruf Amin yang baru saja dilantik (20/10) mendampingi Pak Jokowi Widodo selaku Presiden RI periode 2019-2024 merupakan seorang Kiyai dan juga seorang santri

Undang-undang pesantren tidak bisa dilepaskan dari harapan agar santri dan pesantren yang selama ini terkesan dianaktirikan oleh negara, ke depannya dapat ikut memberikan kontribusi strategis khususnya dalam penguatan moral dan nilai-nilai luhur bangsa.

Memiliki Wakil Presiden dari kalangan santri niscayanya harus dapat menjadi motivasi kepada para santri untuk terus mengoptimalkan kompetensi diri agar mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional . Ke depan, bukan tidak mungkin pos-pos birokrasi seperti kementrian dan lembaga strategis negara dapat diisi oleh para santri itu sendiri.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum Al Ghanna Institute Habib Muhammad Yusuf al-Aidid. Dihubungi via whatsap pada Senin malam (21/10) dia mengungkapkan harapannya agar para santri khususnya para kader-kader Islam Ahlussunnah wal Jamaah ke depan dapat diberikan kesempatan untuk menempati sektor-sektor strategis di pemerintahan.

Baca juga :  Ketua KPSN Menyerahkan Bantuan 100 bola Dalam Rangka 1 Abad Muallimin

“Kita patut berbangga bahwa ada seorang santri yang saat ini menjadi wakil presiden. Semoga pemerintah ke depan memberikan peran strategis kepada kader-kader Ahlussunnah wal Jamaah untuk berperan di sektor strategis pemerintahan”, ujar Habib Yusuf yang juga merupakan dosen Agama Islam di Universitas Indonesia. (AW)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru