oleh

Warga Minta Kepolisian Evaluasi dan Tingkatkan Operasi Cipkon Atasi Peredaran Miras di Kota Bekasi

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Peristiwa penemuan sebuah truk bermuatan 80 krat minuman keras di Perumahan Mutiara Gading Timur (MGT) Mustikajaya, Kota Bekasi sepakan lalu, warga mendesak agar Polres Metro Bekasi Kota mengevaluasi dan meningkatkan kegiatan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di Kota Bekasi.

Warga MGT makin geram jika THM di wilayahnya tetap saja beroperasi apalagi setelah ditemukannya truk yang memuat 80 krat miras di wilayahnya sepekan lalu dan sampai saat ini belum ada kabar kelanjutannya dari pihak kepolisian terutama Polsek Bantargebang.

Warga MGT mengaku keberadaan mobil box merk Isuzu 100 ps dengan No.Pol B 9808 KCF yang memuat 80 krat miras perlu ditindaklanjuti oleh kepolisian lantaran diduga mensuplai ke beberapa THM di area Perumahan MGT.

Kanit Intel, Polsek Bantar gebang, Heri, membenarkan, memang adanya mobil box Isuzu 100 Ps warna putih dengan no.pol.B.9808 KCF membawa minuman keras jenis Guinness dan bir, ungkapnya saat terjadinya peristiwa tersebut.

”Iya, memang benar mobil tersebut membawa minuman keras dan akan dibawa ke Polsek Bantargebang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tegas, Kanit Intel Polsek Bantar Gebang, Ipda Heri.

Warga bernama Endo merasa khawatir dengan ketertiban dan kenyamanan lingkungannya terutama dampak negatif bagi generasi mudanya menjadi makin banyak yang kecanduan miras.

“Karena warga memergoki beberapa anak muda membeli miras di salah satu karaoke yang ada di lingkungan kami, kami jelas khawatir,” ungkap Endo.

Untuk itu warga meminta agar kinerja kepolisian Polres Metro Bekasi Kota bersama jajarannya untuk lebih meningkatkan kegiatan patrolinya mengawasi penjualan miras dilingkungan MGT.

Sementara Kasub bag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari saat dimintai tanggapannya mengatakan kepolisian akan bersinergi dengan Pemkot Bekasi untuk melakukan penangananya terkait dugaan TGM yang menjual miras dan melanggar Perda Miras.

Baca juga :  GIAT OPERASI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR GABUNGAN PERSONIL SATLANTAS POLRES TANGSEL DENGAN BAPENDA PROVINSI BANTEN UPT SERPONG

“Kami temtunya berkordinasi dengan dinas terkait karena tupoksi soal penindakan dari mereka, kepolisian hanya melakukan pengamanan,” tuturnya.

Sementara ketika disinggung soal ditemukannya 80 krat minuman keras oleh warga di salah satu THM di MGT belum lama ini, Erna mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan dari Polsek Bantargebang.

Warga MGT pun mempertanyakan kinerja kepolisian selama ini atas lengahnya pengawasan kepolisian dalam berpatroli dengan kejadian truk yang memuat 80 krat miras tersebut di area pemukiman.

Menanggapi hal ini Erna mengatakan pihak kepolisian akan meningkatkan lagi operasi cipta kondisi di wilayah – wilayah tersebut. “Tentunya akan kami tingkatkan,” jelas Kompol Erna.

Namun ketika awak media mengkonfirmasi ke salah satu tempat karaoke K – Nizz di MGT Mustikajaya, Asisten manager bernama Fauzi dirinya membantah tuduhan warga yang menyebut kalau tempat karaokenya menggunakan Ladies Club (LC) berpakaian seksi dan menjual minuman keras (miras) beralkohol tinggi.

“Soal ijin tempat atau berdirinya karaoke family K – Nizz, tidak mungkin lah kalau kami tak mempunyai ijin,mana mungkin bisa berdiri ya, seperti yang lain lah,kan gak semudah itu mendirikan tanpa ada surat surat ijin,” jelasnya.

Saat awak media menanyakan surat perijinan di tempat karaoke bernama K-Nizz, Fauzi tak mengijinkan awak media untuk melihat surat surat ijin atas berdiri nya karaoke family K – nizz tersebut.

“Paket LC dan miras ada tapi LC itu kalau ada yang memesan saja,” ujarnya. (sofie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru