oleh

Sempat Dihadang Warga, Makam Wareng Dibongkar Paksa

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membebaskan lahan di Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, untuk jalan sodetan Ks Tubun-Sanggo Bayur mendapat perlawanan warga dan akhirnya dibongkar paksa petugas, Selasa (15/10/2019).

Dibantu ratusan personel gabungan TNI Polri dan unsur pendukung lainya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang akan menertibkan lahan yang di dalamnya terdapat makam (kuburan, red) sempat mendapat perlawanan warga setempat. Mereka menolak kuburan itu dibongkar, namun upaya persuasif aparat berhasil menenangkan emosi warga, hingga penertiban itu berhasil dilakukan.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Henra Fitrahyana mengatakan, bahwa perluasan jalan tersebut sejak tahun tahun 2017. Namun terhambat, lantaran lahan tersebut terdapat makan dan diklaim warga sebagai miliknya sejak zaman kolonial.

“Pelaksanaan penertiban ini sudah melalui beberapa tahapan, dari mulai peringatan pertama sampai dengan peringatan ke tiga, selain itu dialog dan diskusi maupun koordinasi lainya juga sudah kita lakukan,” terang Agus kepada awak media di lokasi penertiban.

Agus menmabhakan, warga sempat bertahan, karena warga merasa lahan tersebut adalah miliknya. Namun, Pekot Tangerang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan bukti-bukti kepemilikan.

“Sampai dengan saat ini mereka (warga, red) tidak bisa membuktikan itu, maka Pemkot tidak bisa melakukan ganti rugi. Karena tanah ini memang bukan milik mereka,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Bina Marga Kota Tangerang, Amir Hamzah mengatakan, bahwa lahan yang dibebaskan hanya pinggir saluran, sedangkan untuk makan Wareng akan dipindahkan ketiga lokasi, yakni Selapajang, Pasar Baru dan sekitaran makam wareng yang tidak kena proyek jalan.

“Luas lahan seluruhnya 8000 meter, tapi yang akan kita gunakan hanya seluas 2000 meter lebih. Sebelumnya kita sudah sampaikan kepada tim DKM. da timnya H Fachrudin, sudah kita jelaskan semua,” terang Amir.

Baca juga :  Polres Cirebon Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengendalian Massa

Amir menambahkan, bahwa tim dari H Fachrudin meminta lahan tersebut harus dibayar, namun pihaknya tidak dapat membayar lantaran LO dari Kejaksaan sudah jelas, bahwa tanah tersebut tidak ada statusnya.

“Jadi LO mengatakan tidak dapat di bayarkan. Kalau kerohiman kita sifatnya memindahkan makam sampai dengan selesai, sebaik-baiknya dengan cara Agama. Ada beberapa poin yang kita sampaikan mungkin nggak sampe ke warga sehingga terjadi Mis Komunikasi,” jelas Amir

Lebih dalam ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan kembali poin-poin tersebut dan khirnya warga pun telah mengerti.

“Sudah kita sampaikan kembali poin-poin tersebut kepada warga secara langsung dan warga pun mengerti. Target kita hari ini pembebasan makam ini harus selesai dan Alhamdulillah selesai juga,” tandas Amir. (aput)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru