oleh

Aksi Begal Jalanan Sasar Jurnalis, Perlu Penanganan Serius

BEKASI, Kicaunews.com – Beberapa pekan terakhir ini aksi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestro Bekasi Kota, seperti begal, brandal, jambret dan pemalakan makin mengkwatirkan.

Pelaku kejahatan jalanan tidak pilih bulu korbannya, siapa yang lengah akan disikat. Bahkan para pelaku tidak segan segan melukai korbannya dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) rakitan.

Insan pers yang sedang yang menjalankan tugas jurnalistik tak luput dari incaran pelaku. Kasus tersebut menyasar Eko wartawan dari Radio Elshinta yang dibegal di fly over Kranji, Ardi reporter Radio Dakta yang dijambret di Jl. Baru Summarecon dan terakhir menimpa Danu reporter Radio SP yang dijambret di Jl. Rawa Tembaga Raya. Aksi kejahatan jalanan sudah mengancam keselamatan para jurnalis dan masyarakat umum.

Pemerhati Kebijakan Publik yang juga mantan wartawan senior, Didit Susilo meminta Polrestro Bekasi Kota untuk serius meningkatkan patroli kawasan terutama di titik titik rawan kejahatan jalanan.

“Harus menjadi atensi dan perhatian serius pihak aparat untuk memetakan lokasi rawan kejahatan jalanan, mengejar para pelaku dan meningkatkan patroli kawasan rawan kriminalitas,” jelasnya.

Menurutnya, para pelaku kejahatan jalanan menjalankan aksinya dengan modus operandi yang semakin canggih dengan menggunakan aplikasi navigasi googlemaps. Aplikasi tersebut digunakan para pelaku untuk memantau kelancaran lalulintas seperti memanfaatkan kemacetan untuk melakukan aksinya.

Memanfaatkan kelengahan korban dan memanfaatkan minimnya sarana prasarana jalan seperti minimnya lampu PJU, lokasi yang sepi jauh dari keramaian.

Para pelaku sudah sangat hafal dengan TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan) dan curarmor (pencurian kendaraan bermotor). Ada beberapa modus pelaku untuk melumpuhkan calon korbannya seperti, kempes ban, pepet rampas dan cegat ancam.

Baca juga :  Geliat Grasroot Gerindra Tangsel, Lakukan Pakta Integritas Hingga Siap Menangkan Pemilu 2019

“Para pelaku makin sadis dan punya target harus berhasil dalam hitungan menit maka segala cara dilakukan untuk memperdayai korbannya,” jelas Didit.

Dijelaskannya, perlu pemetaan daerah rawan kejahatan jalanan. Sosialisasi penyuluhan dari Binmas untuk menumbuhkan peran aktif masyarakat. Penyelidikan terhadap jaringan pelaku kejahatan yang terjadi. Meningkatkan patroli di TKP – TKP yang sering terjadi aksi kejahatan jalanan.

“Untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan,  kasus itu harus mendapat perhatian dan penanganan serius. Apalagi kasus kejahatan jalanan di kota metropolis seperti Kota Bekasi selalu memanfaatkan kelengahan petugas. Perlu juga TKP yang minim penerangan PJU segera dipasang PJU dan perlu juga dipasang CCTV di beberapa titik jalan protokol,” pungkasnya. (fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru