oleh

Bau dan Bising, Warga Minta Tempat Penampungan Hewan di Larangan Ditutup

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Warga RT 03/12, Klaster Tanjung, Puri Beta I, meminta pihak terkait menutup tempat penampungan hewan di RT 01/11, Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua RT 03 Klaster Tanjung, Ramatullah, lantaran warganya kerap merasa terganggu dengan aroma tak sedap dan bisingnya longlongan anjing, juga kucing di tempat penampungan tersebut.

“Warga tidak tahan dengan bau dan bisingnya dari tempat tersebut. Bahkan ada warga saya yang sudah tidak sanggup dan ingin menjula rumahnya,” terang Rahmat, Selasa (8/10/2019).

Rahmat menambahkan, bahwa ada sebanayak 30 rumah di wilayahnya telah terdampat sejak lebih dari satu tahun silam.

“Sudah hampir satu tahun lebih. Ada sebanyak 30 rumah yang terdampak langsung, warga minta itu ditutup atau dipindahkan,” jelasnya.

Lebih dalam ia mengatakan, pemilik penampungan hewan itu, tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga, RT dan RW saat ingin membuka tempat tersebut.

“Tidak ada sosialisasi kepada kami, bahkan sama warga pun tidak ada. Warga saat ini hanya terkena dampaknya saja,” ungkapnya.

Sementara, Ketua RT 01 Larangan Utara, Tukimin SHS membenarkan bahwa warga 03/12 Klaster Tanjung terdampak dengan aroma tak sedap dan bising dari tempat penampungan hewan yang ada di wilayahnya.

“Iya memang benar, saya sudah dapat keluhan dari warga Klaster Tanjung terkait hal tersebut. Namun, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” tegas Tukimin.

Tukimin menambahkan, ketika pihaknya ingin melakukan pengecekan ke lokasi penampungan tersebut, ia selalu tidak diperkenankan masuk dan harus memita izin oleh pemilik.

“Saya selalu tidak diperbolehkan untuk masuk ke lokasi tersebut, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa, atau memgambil langkah apapun untuk menegurnya,” tegas Tukimin.

Baca juga :  Jelang Lebaran 2019, Kasat Lantas Polres Tangsel Mengecek Terminal Pondok Cabe

Bahkan kata dia, hingga saat ini pihaknya tidak tahu fungsi dari tempat tersebut, sebab pada saat membangunnya, yang bersangkutan tidak berkoordinasi atau meminta izin kepadanya selaku ketua RT.

“Tidak tahu, itu tempat penampungan, ternak atau tempat pengungsian anjing. Bahkan memimta izin kepada saya saja tidak pernah,” ungkapnya.

Meski tidak ada keluhan dari warga RT 01, namun Tukimin mendukumg jika tempat penampumgan hewan itu dipindahkan atau ditutup, agar tidak mengganggu warga Klaster Tanjung.

“Kalau warga saya tidak, soalnya posisinya jauh dan terhalang tembok tinggi. Ada sekitar 100 meter dari permukiman warga RT 01, tapi saya mendukung kalau tempat itu ditutup atau dipindahkan, agar tidak mengganggu warga lainnya,” tandas Tukimin.

Hingga berita ini ditayangkan Redaksi Kicaunews.com akan terus berupaya mengkonfirmasi pemilik penampungan hewan tersebut. (*/04)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru