oleh

Sosialisasi KIE, KPPG Ajak Perempuan Awasi Obat dan Makanan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) bersama Badan POM menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan yang aman, serta kemasan yang aman untuk pangan.

Berlangsung di Aula Gedung C Badan POM, Jakarta dan mengusung tema ‘Perempuan, Kosmetik, yang Aman dan Pangan yang Sehat’.

Acara tersebut menghadirkan narasumber seperti Direktur Pengawasan Pangan Resiko Rendah dan Sedang Ema Setyawati, Kasubdit Registrasi Pangan Olahan Resiko Sedang A. A Nyoman Merta Negara, Ketua Korbid Kesra KPPG Andi Fauziah Pujiwatie Hatta yang juga anggota Komisi IX DPR dan lain-lain yang berkompeten dibidangnya.

Dalam hal itu, Ema menyampaikan bahwa upaya Badan POM dalam meningkatkan daya saing produk pangan olahan. Menurutnya industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat besar.

“UMKM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi, jumlah UMKM yang ada sebanyak 56 juta ini, ada sejumlah 39,2 juta atau 70 persen bergerak di bidang pangan,” terang Ema, Selasa (24/9/2019) kemarin.

Sementara, Nyoman Merta Negara menjelaskan tentang pedoman penerbitan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Ia meminta konsumen untuk mencermati makanan kemasan sebelum membeli.

“Apa yang terlintas di kepala kita saat membeli makanan di rumah makan? pernahkah kita terlintas terkait keamanan pangannya? Pangan olahan untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan sebaiknya memiliki sertifikat yang menjamin keamanan,” kata Nyoman.

Nyoman menambahkan, bahwa ada sebanyak 15 kode jenis pangan produk indsutri rumah tangga, diantaranya hasil olahan daging kering, ikan kering, unggas kering, olahan sayur, kelapa, tepung dan hasil olahannya, minyak dan lemak selai, gula, kembang gula, madu, kopi, teh kering dan lain-lain.

Baca juga :  Meski Ada Dodi Reza, Tokoh Golkar Sumsel Tetap Dukung HD-MY di Pilkada Sumsel 2018

Menurut dia, hingga saat ini masih sering ditemukan permasalahan dalam penerbitan SPP-IRT.

“Masalah itu diantaranya industri pangan tidak di rumah tinggal, produk beresiko tinggi, repacking tempat impor”, tegas Nyoman.

Masih di lokasi yang sama, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta mengatakan, bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi perempuan. Ia juga berharap agar pengetahuan tentang obat dan makanan dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

“Diharapkan dapat menimba ilmu banyak, meningkatkan pemahaman tentang obat dan makanan. Semoga dapat diimplementasikan, minimal di keluarga”, kata Dokter Ichi, panggilan akrab Andi Fauziah Hatta.

Sekedar diketahui, acara ini dihadiri sekitar 100 peserta perempuan Partai Golkar yang terdiri dari KPPG, Himpunan Wanita Karya (HWK), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), serta masyarakat umum. (*/04)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru