banner 728x250

Ervan Rekan Indonesia Kecam Serangan Kepada Petugas Medis dan Ambulan

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA, Kicaunews.com – Unjuk rasa yang berujung bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian kemarin (24/9) menimbulkan jatuhnya korban di kedua belah pihak.

Setidaknya tercatat ada 5 anggota kepolisian yang mengalami luka dan 188 mahasiswa yang terluka. Korban parah sebanyak 4 orang yang harus menjalani rawat inap.

banner 336x280

Dalam setiap situasi konflik yang menimbulkan jatuhnya, peran tenaga medis dan ambulannya sangat penting. Dimana, setiap ada korban yang terluka atau cedera maka petigas mesis dengan ambulannya berhak mengevakuasi korban agar segera mendapatkan pertolongan.

Dalam Konvensi Jenewa pertama tanggal 12 Agustus 1949, di antaranya dalam Bab IV tentang Anggota Dinas Kesehatan telah diatur mengenai perlindungan terhadap tenaga medis di wilayah konflik.

Namun sangat disayangkan ketika unjuk rasa yang berujung bentrok tersebut tidak sama sekali melindungi tenaga medis dan ambulan malah ikut diserang yang menyebabkan petugas medis terkuka dan 1 unit mobil ambulan dirusak.

Sekretaris Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia), Ervan Purwanto melalui siaran persnya hari ini (26/9) melakukan kecaman terhadap pihak pihak yang telah melakukan penyerangan kepada petugas medis dan ambulan.

“Tindakan brutal tersebut patut dikecam karena seharusnya petugas medis dan ambulan dilindungi dalam situasi konflik” tegas Ervan biasa dia dipanggil.

Menurut Ervan dalam.konvensi Jenewa jelas disebutkan misalnya pada Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, danPasal 37 Konvensi Jenewa maka petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.

Ervan menambahkan, masih di Konvensi Jenewa juga disebutkan siapa dana apa saja yang harus dilindungi. Dimana disebutkan bahwa seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk mengelola atau menyelenggarakan kesatuan medis atau pengangkutan medis. Mereka itu adalah administrator, pengemudi, juru masak dan lain-lain.

Baca juga :  Jokowi-Bamsoet Bertemu, GBS Sebut Sinyal Semakin Kuat

“Jelas mereka yang melakukan penyerangan kepada tenaga medis dan perusakan terhadap ambulan adalah orang brutal yang tidak memiliki rasa kemanusiaan” kecam Ervan.

Ervan berharap baik kepolisian maupun pengunjuk rasa dapat memahami peran dan fungsi tenaga medis dan ambulan dalam setiap momen unjuk rasa yang diikuti jumlah massa yang sangat besar, sehingga berpotensi bentrokan phisik. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *