oleh

KPPU Berjuang Mengimplementasikan Ilmu Persaingan Usaha lebih Baik

TANGSEL, KICAUNEWS.COM Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha ( KPPU ) mensosialisasikan program dan kinerjanya kepada puluhan awak media, jumat (20/09/2019) siang kemarin di Ballroom hotel kawasan Alam Sutera BSD Serpong.

Menurut Dinni Melanie, Komisioner KPPU, bahwa sejak lahir KPPU berjuang mengimplementasikan ilmu persaingan usaha lebih baik dan turut serta memperbaiki, meningkatkan perekomomian nasional dapat lebih ditingkatkan.

” Sejak tahun 2000 hingga tahun 2019 kasus tender masih sedikit ditangani oleh KPPU lantaran nilainya kecil sebab hanya dikenai denda sebesar 1 miliar dan tugas KPPU tidak boleh menyidangkan kasus tender dibawah 1 miliar sesuai keputusan MA “. ucapnya.

KPPU tidak bertujuan untuk mematikan usahanya tetapi hanya membuat efek jera bagi pengusaha nakal yang melakukan usahanya secara tidak sehat yang berpotensi melanggar UU No.5 tahun 1999.

Masih kata Komisioner KPPU Dinnie Melanie bahwa kasus tender bersifat masif lantaran banyaknya pembagian kepada para sponsor, KPPU tidak ingin bekerja berdasarkan dugaan saja tetapi berdasarkan data dan adanya temuan persengkongkolan dalam kasus tender tersebut.

Saat disinggung berkaitan kasus tender yang masif, pilkada dan monopoli usaha berdasarkan kedinastian harus disiapkan alat bukti sebab KPPU sangat parsial, ” Barangkali soal kasus tender dan kedinastian bisa ditanyakan langsung dengan pak guntur”. tukasnya.

Sementara Guntur Syahputra Saragi, komisioner KPPU menganggap persoalan kasus tender yang terjadi di daerah sudah pernah terjadi.

” Soal itu memang ada faktanya khususnya persoalan tender lebih banyak perkaranya di daerah”, tegas Guntur.

Saat disinggung persoalan kasus tender yang banyak terjadi di Banten, Guntur mengakui persoalan banten memamg masih di cover oleh pusat, untuk temen temen banten nanti saya minta kanwilnya juga umtuk dibuat tersendiri acaranya.

Baca juga :  Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri 2017, KPPU Gelar Diskusi

” Saya bersedia buat kupas banten minggu depan ya,  sebab kanwil di bandung  masih baru”. Tukas Guntur.

( trisno )

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru