oleh

Mural di Larut Bisa Jadi Wisata Baru Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kreatifitas mural yang dilakukan pemuda Kelurahan Larangan Utara (Larut), Kecamatan Larangan berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang.

Puluhan mural yang berada ditembok Jalan Inpres IX, RW 08 dibuat oleh pemuda Larut dan pemuda luar daerah Kota Tangerang, seperti Cilacap, Jawa Tengah.

Lurah Larangan Utara, Iwan Bambang Subekti mengatakan, bahwa pihaknya mendukung hal positif yang dilakukan masyarakat Larut, khususnya pemuda.

“Bahwa gerakan mural yang dilakukan pemuda ini patut kita support, bahkan kegiatan ini kami sudah share ke Camat, agar mendapat dukungan,” terang Iwan, Kamis (19/9/2019).

Iwan menambahkan, kreatifitas mural di RW 08 yang dilakukan pemuda dapat menjadi contoh dan icon di Larangan Utara.

“Ini bisa menjadi icon di Kelurahan Larangan Utara. Nantinya juga kita akan jadikan contoh untuk RW lain yang ada di Larangan Utara,” jelasnya.

Potensi dan kreatifitas di Larangan Utara dapat dijadikan unggulan di Kota Tangerang, juga bisa menjadi aset di wilayah.

“Ini bisa menjadi aset, karena di Larangan Utara banyak potensi untuk menjadi unggulan di Kota Tangerang,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, Pemerintahan Larangan Utara mendukung penuh kegiatan pemuda baik dalam seni mural maupun band indienya.

“Kami memdukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh pemuda tersebut, baik mural ataupun band indie. Teruslah berkarya dengan ciri khas masing-masing,” ujarnya.

Sementara, Inisiator Mural Larangan Utara, Rizki Ramdani mengatakan, gerakan aksi muda (geram) di Larangan Utara merupakan event Youthfast 2019. Dimana dalam event tersebut diikuti oleh para creator dari Kota Tangerang dan luar kota.

“Dari Kota Tangerang diantaranya ada, NART Creator, FAC, Ber3aja, NOT, TFV, SOB dan CSR. Sedangkan yang dari Tangsel, ada AHC, DAST. Depok Art District, juga dari Cilacap,” terang Rizki.

Baca juga :  Polres Cirebon Polda Jabar Menerima Penghargaan Dar LEMKAPI

Rizki menambahkan, bahwa tujuan dari event tersebut untuk mengangkat seni mural dan gravity pada khalayak umum, terutama kepada masyarakat Larangan Utara.

“Dengan begitu masyarakat awam lebih mengerti dengan harmonisasi seni dalam lingkungannya, karena pada era sekarang mural bisa menjadi destinasi dalam industri kreatif,” ungkap Rizki.

Lebih dalam ia mengatakan, Youthfest selain memperkenalkan seni mural, juga untuk mengedukasi masyarakat, bahwa pemuda dapat melakukan hal positif dengan sub culture yang tumbuh dalam masyarakat.

“Seni mural untuk mengedukasi masyarakat bahwa pemuda dapat melakukan hal positif dengan sub culture yang tumbuh dalam masyarakat itu sendiri. Youthfest 2019 juga dimeriahkan oleh band-band Indie,” tandas Rizki. (aput)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru