oleh

Ervan Seknas Rekan Indonesia : Ditolaknya Bantuan Relawan DKI Ke Riau, Karena Kesalahpahaman Terhadap Aturan

JAKARTA, Kicaunews.com – Kasus penolakan bantuan tenaga relawan dari pemprov DKI oleh Wakil Gubernur Provinsi Riau seharusnya tidak perlu terjadi jika pemahaman tentang pedoman penanggulangan bencana dipahami dengan tepat. Sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dalam merespon suatu bencana di satu daerah.

Hal ini disampaikan oleh Ervan Purwanto, sekretaris nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia), dalam siaran persnya yang disampaikan melalui media sosial, Kamis (19/9).

Dalam siaran persnya, Ervan Purwantomenjelaskan ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penolakan bantuan relawan dari pemprov DKI tersebut. Diantaranya adalah salah memahami pedoman penanggulang bencana dan kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan daerah yang terjadi bencana.

“Secara pedoman penanggulangan bencana itu ada regionalisasi daerah dalam mengirimkan bantuan. Dimana daerah yang terdekatlah yang berkewajiban membantu jika pemerintah daerah tempat terjadinya bencana meminta bantuan,” jelas Ervan Purwanto.

Ditambahkan Ervan Purwanto, regionalisasi itu dilakukan ketika level bencananya belum naik menjadi level Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Jadi bisa dipahami jika Pemprov Riau menolak bantuan pemprov DKI karena secara regional wilayah Riau itu yang wajib dahulu membantu adalah Sumatera Utara (Sumut),” jelas Ervan Purwanto

Ditambahkan olehnya bahwa dalam kaitannya dengan BNPB pun tidak bisa BNPB serta merta langsung memutuskan bantuan relawan ke daerah bencana tanpa berkoordinasi dengan BNPB daerah di tempat bencana tersebut terjadi, dan BNPB daerah berkoordinasi dengan pemimpin daerahnya untuk memutuskan apakah perlu meminta bantuan daerah lain untuk mengatasi bencan yang terjadi diwilayahnya.

“Seharusnya gubernur tidak langsung mengirim bantuan relawan ke Riau, selama pemerintah Riau belum memutuskan perlunya bantuan dari daerah lain.” tambah Ervan panggilan akrab Ervan Purwanto.

Apalagi, Ervankembali menjelaskan. Bencana kebakaran hutan berbeda dengan bencana alam seperti gempa bumi yang bisa menimbulkan kerusakan bangunan yang menyebabkan lumpuhnya pelayanan publik seperti RS dan puskesmas, serta timbulnya korban jiwa yang masif.

Baca juga :  Di Bukit Cisaroni Lembang, Dansektor 22 Kol. Asep Rahman Taupik Tanam 510 Batang Pohon

Sehingga bantuan yang bersifat logisitik (makanan dan dana) serta yang terkait kesehatan baik obat-obatan, alat kesehatan dan tenaga medis dibutuhkan dan pendidikan seperti tenaga pengajar dan tenaga penanggulang trauma pasca bencana kepada anak anak usia sekolah.

Ke depan Ervan berharap Gubernur DKI untuk lebih mematangkan keputusannya terkait dalam mengirimkan bantuan relawan ke daerah bencana agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan pedoman penanggulangan bencana.

Diakhir siaran persnya, Ervan tetap mengapresiasi niat baik Gubernur DKI yang atas dasar kemanusiaan melakukan respon dengan cepat terkait situasi terakhir bencana kebakaran hutan di Riau.

“Apapun kita semua harus mengapresiasi niat baik gubernur yang dengan cepat merespon kejadian bencana atas dasar solidaritas dan kemanusiaan,” tutup Ervan. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru