oleh

Lurah Bambankerep Semarang di Duga Duplikatkan KRK Tanpa Prosedur

Semarang, Kicaunews.com  – Kacau birokrasi kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngalian, Kota Semarang. Proses KRK yang sudah jadi tahun 2009 atas nama Poniman sudah di legasir artinya Lurah sudah mengesahkan KRK tersebut.

Dalam perjalanan waktu tahun 2014 Lurah Bambankerep buat KRK lagi dengan letak tanah yang sama atas nama orang lain yaitu M. Rozaq Kurniawan, tanpa surat penunjukan sementara,  (SPS). Anehnya lagi Poniman tidak menguasai tanah tersebut justru sudah di jual kembali kepada Eni Sulistyaningrum.

Suharta Lurah Bambankerep saat di konfirmasi mengelak kalau dirinya sudah tidak urusannya, Awal pertama penggarap tidak merasa menjual pada pak Poniman, setelah di pertemukan kedua belah pihak bermusyawarah untuk di jual dengan kesepakatan akan di jual di bagi dua. Kata  Suharta lurah Bambankerep pada wartawan, rabu (18/9/2019).

Menurut Suharta kasus ini sudah di bawa ke Itwil, semua pihak di panggil, dan datang semua yang menemui dari Kabid Zaenudin.

Yang jadi pertanyaan Poniman saat di minta tanggapannya mengatakan tidak pernah memberi surat kuasa kepada siapapun.

“Memang saya memberi surat kuasa kepada pak Siswanto, untuk membuat sertifikat HM, tetapi kenyataannya, kalau untuk surat kesepatan menjual saya tidak tahu. Padahal waktu Siswanto masih hidup mengatakan tidak pernah membuat surat tersebut, siswanto merasa tanda tangannya di palsukan,” papar Poniman pada wartawan di kelurahan Bambankerep.

Kontributor : Viosari

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru