oleh

Polsek Banyumanik, Tidak Ada Titik Terang Dalam Kasus Penggelapan Yang di Mediasikan

Semarang, Kicaunews.com – Mediasi antara Sukitar dan Fany yang masih keluarga di Polsek Banyumanik terasa ada keanehan, dikarenakan kasus Penggelapan ini sudah dua bulan di laporkan baru sabtu (14/9/2019) di mediasikan.

Akhirnya Beberapa pihak keluarga di hadirkan di kantor Polsek Banyumanik, tetapi tidak ada titik temu. Bahkan Kholidin sebagai Kanit tidak bisa menyelesaikan mediasi tersebut.

Kasus ini bermula dari warisan dimana, Sukitar mempunyai enam bersaudara, masing-masing dari 6 saudara tersebut mendapat bagian Nominal Angka yang berbeda-beda.

Dari ke enam saudara tersebut salah satunya Sukitar. Karena Sukitar mempunyai kekurangan Berfikir atau lambat berpikirnya (Lemot) bisa dibilang SDM nya agak lambat. Di titipkan saudaranya Sukani tapi saat akan di minta justru malah di kuasai, dengan janji-janji.

Dari warisan masing-masing terkena jalan tol dan mendapat nominal berbeda-beda tapi mendapat bagian semua Sukitar mendapat bagian 1,2 M, bagian tersebut dibelikan Tanah dan Rumah yang dijadikan Kos-kosan oleh Sukitar dan uang tersebut habis.

Karna Sukitar mengalami berfikir agak lambat, jadi diberi kuasa kepada Sukani, Sukani mempunyai hubungan Kakak adik dengan Sukitar

Selama 3 tahun kos-kosan yang atas nama Sukitar tersebut juga di kuasai oleh Sukani dan akhirnya Sukani meninggal dunia, sebelum meninggal dunia Sukani menitipkan Sertifikat tersebut kepada anaknya yang bernama Fany.

Sewaktu Sukani masih hidup Sukitar juga pernah meminta sertifikatnya tersebut ke Sukani tetapi Sukani tidak memberikan, hingga beliau meninggal dan Sertifikat tersebut sudah berada ditangan Fani selaku anak dari Sukani.

Akhirnya Sukitar meminta kembali Sertifikat tersebut kepada Fani, anehnya Fani juga tidak mau memberikan justru ingin menguasai serifikat tersebut sendiri. Sukitar mencoba melaporkan ke pihak kepolisian, Pada Tanggal 18 Juli 2019 lalu ke Polsek Banyumanik.

Baca juga :  MK Bergejolak Mapolsek Batuceper Lakukan Apel Siaga Penyekatan Cegah Masuknya Massa Ke DKI Jakarta

Akhirnya Polsek Banyumanik mengambil keputusan untuk melakukan gelar perkara, di Polsek tersebut atas Perintah Kholidin selaku kanit. Sukitar dan Fani beserta keluarga yang bersangkutan  diundang ke Polsek banyumanik.

Kholidin sebagai kanit ternyata juga tidak bisa Menyelesaikan atau mengatasi permasalahan tersebut. Sungguh ironis seorang Sukitar, dirinya yang Pemikirannya kurang baik (lambat dalam Berfikir) meminta Hak nya berupa Sertifikat Atas nama nya sendiri selaku Korban di belit-belit.

Kholidin selaku kanit juga tidak bisa menyelesaikan permasalahan saat digelar perkara. Padahal dalam KUHP pasal 372 jelas ancaman hukumannya yang berbunyi, Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.

Tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. (Viosari /Tim)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru