banner 728x250

DPPPA Angkat Bicara Kasus Oknum Siswa SLTP Berbuat Mesum

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Kasus asusila yang pernah terjadi di sebuah SLTP di Bekasi Timur beberapa bulan lalu, menjadi perhatian dan keprihatinan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak, DPPPA Kota Bekasi, Mien Aminah, Kamis (12/9/2019) mengaku prihatin dan kaget karena belum ada lapiran yang masuk soal kasus sepasang oknum pelajar melakukan perbuatan asusila.

banner 336x280

Ketika dimintai pendapatnya di kantornya oleh awak media, Mien minta untuk dijelaskan kasus tersebut karena dia menyatakan baru mendengar ada kasus seperti ini. ” Ada data atau buktinya tidak? nanti saya coba hubungi pihak – pihak terkait,” ucapnya pada wartawan.

Lalu sebagai bahan konfirmasi, wartawan menceritakan penelusuran ke pihak Kepsek dan humas SLTP dimana dua siswa tersebut bersekolah dan bukti videonya.

Begitu data sudah disampaikan ke Mien Aminah, dirinya mengaku prihatin dan memberikan pendapatnya perihal kasus tersebut.

Mien merasakan bagaimana pornografi dan kekerasan anak menjadi momok bangsa ini yang harus dipecahkan dan dicarikan solusinya secara serius dan berkesinambungan.

“Semua pihak dari orang tua, lingkungan, sekolah dan pemerintah harus serius bertindak mnimal melakukan upaya preventif agar anak- anak kita terhindar dan terjerumus dalam kasus asusila atau pornografi,” tegasnya.

Meskipun dlaam kasus oknum siswa SLTP tersebut mengundurkan diri untuk tidak bersekolah lagi di sekolah tersebut, bukan berarti masalahmya selesai begitu saja.

“Banyak hal yang harus menjadi perhatian utama, seperti kepastian hak -hak anak apakah masih dipenuhi oleh orang tua dan sekolah? ” ucapnya.

Karena kata Mien dua oknum pelajar tersebut harus tetap mendapatkan hak – haknya meski siapa pun itu pasti tidak setuju dan tidak mentolerir perbuatan asusila yang mereka telah perbuat.

“Mereka bisa jadi merupakan korban dari tontonan dewasa dan mencontoh tanpa sengaja prilaku hubungan suami istri orang tuanya. Tanpa disadari oleh orang tua. Orang tua harus lebih besar memberikan perhatian serius bagi perkembangan putra putrinya,” urainya.

Baca juga :  Jajaran Polsek Cinambo Polrestabes Bandung Melaksanakan Pengamanan Sholat Idul Adha 1441 H

Lebih lanjut Mien menegaskan apa yang menjadi fokus dari kasus – kasus pelecehan, pornografi dan kekerasan seks terhadap anak adalah kita tetap merangkulnya dengan memberikan pembinaan dan pendampingan agar anak tidak mengalami traumatik dan kehilangan hak – hak nya seperti hak pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum dan pendampingan.

“Kami berharap anak tersebut mendapatkan kepastian hak nya karena informasinya mereka sudah tidak sekolah lagi disana meski pun kami tetap tidak mentolerir tindakan asusila yang sudah mereka lakukan,” tegasnya.

Peristiwa asusila yang dilakukan oleh oknum siswa SLTP tersebut  menjadi tamparan keras bagi semua pihak untuk ikut andil dan berperan aktif melakukan pencegahan dan pembinaan agar anak generasi kita kedepannya tidak terpapar virus pornografi lebih parah lagi, ucapnya prihatin.

“Komitmen ini harus dilakukan tidak hanya tugas pemerintah namun yang utama adalah peran keluarga, lingkungan dan sekolah untuk bersama – sama bersinergi,” lanjut Mien, Kamis (12/9/2019).

Perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi yang mudah dan cepat menjadi tantangan bagi semua pihak, kuncinya kata Mien Aminah peran ayah dan ibu  untuk memberikan ruang komunikasi dengan anak secara teratur meski sibuk bekerja.

“Berikan rasa nyaman agar anak lebih terbuka atas segala persoalan yang dihadapi anak dan awasi serta batasi penggunaan gadget anak – anak kita,” pesannya.

Lebih lanjut dalam waktu dekat Mien Aminah akan mengumpulkan data – data terkait kasus asusila 2 oknum siswa tersebut ke pihak sekolah dan orang tuanya.

“Kami akan coba menghubungi dan meminta keterangan pihak – pihak terkait untuk menggali informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Dampak negatif tontonan dewasa mempengaruhi imajinasi remaja dan anak – anak sudah menjadi perhatian Internasional. Lantaran dampaknya sudah banyak korban yang berjatuhan akibat salah dalam pergaulan dan maraknya tontonan dewasa di dunia maya.

Baca juga :  Peraonel Polsek Batujajar Gelar Operasi Gabungan Yustisi Covid 19

Dalam pemberitaan sebelumnya salah satu peristiwa asusila yang pernah terjadi beberapa bulan lalu di Kota Bekasi yang melibatkan para siswa – siswi sebuah Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) di Kecamatan Bekasi Timur diduga akibat pengaruh jahat pornografi yang mudah diakses di internet.

Kondisi ini sangat mengagetkan dan memprihatinkan karena dilakukan oleh sepasang anak dibawah umur yang melakukan perbuatan hubungan intim layaknya sepasang suami istri seperti yang terlihat di  video yang diterima dari salah satu warga yang berdurasi 53 detik di sebuah warung.

Meski peristiwa tersebut terjadi diluar jam sekolah alias pada saat liburan sekolah tetap saja ini menjadi fenomena gunung es yang harus disikapi semua elemen masyarakat, ucap BN salah satu warga yang prihatin.

Awak media pun berusaha mendatangi pihak sekolah beberapa kali untuk meminta keterangannya, Selasa (3/9/2019) dan Selasa (10/9/2019) mendatangi sekolah tersebut untuk mendapatkan kebenaran atas peristiwa asusila yang pernah dilakukan oleh anak didiknya.

Pihak sekolah yang diwakili oleh bagian Humas bernama BD ternyata mengakui kebenaran adanya peristiwa yang memalukan yang diperbuat anak didik.
Begitu pula saat media bertemu dengan Kepala Sekolah berinisial Yes, Selasa (10/9/2019) mengaku kasus itu memang terjadi saat liburan sekolah dan bukan di lingkungan sekolah.

“Benar terjadi tapi peristiwanya sudah lama dan saat itu liburan sekolah, saat kami sedang melakukan persiapan verifikasi PPDB online dan kebetulan mereka siswa sini,” ungkap Yes.

Warga yang memergoki peristiwa tersebut lalu memanggil kedua otang tua kedua anak tersebut.” Itu menjadi tangungjawab orangtua murid karena bukan ada di lingkungan sekolah dan bukan pada saat sistem belajar mengajar,” ucap Yes, meski dirinya sangat kaget dan kecewa atas prilaku muridnya.

Baca juga :  Giat KRYD Rutin Polsek Lohbener Menyisir Rawan C3 di Wilayah Hukum Polsek Lohbener Indramayu

Atas peristiwa memalukan tersebut pihak sekolah memanggil orangtua dari dua siswa untuk diselesaikan permasalahan yang melibatkan anaknya.
Kedua orang tua dari dua siswa tersebut kata Yes mengajukan pengunduran diri anaknya untuk tidak lagi bersekolah di SMP tersebut.

“Masalah itu sudah kami selesaikan dengan orangtua, sudah close dengan cara baik -baik,” beber Kepsek.

Kedua orang tua menyadari kesalahan yang dibuat putra dan putrinya tanpa menyalahkan pihak sekolah. “Kami sudah semaksimal mungkin mendidik siswa  – siswi kami untuk menjaga akhlak dan moralitas dengan kegiatan keagamaan rutin setiap hari,”

“Tindakan siswa itu diluar batas kontrol kami sebagai guru karena diluar jam sekolah juga. Ini menjadi perhatian serius orangtua  dalam mengawasi putra putrinya,” bebernya.

Berdasarkan laporan warga itulah peristiwa yang terjadi antara bulan Juni – Juli 2019 lalu di siang hari, akhirnya pihak sekolah memanggil segera orang tua dari dua siswa siswi tersebut pada hari itu juga. Kepsek pun mengaku jika dua siswa nya sudah mengundurkan diri atas  permintaan dari orangtuanya sendiri.

Selaku pihak sekolah dirinya  mengaku prihatin dan kecewa atas prilaku anak didiknya padahal pengakuannya tak kurang – kurangnya pihak sekolah selalu memberikan pembinaan agama dan kedisiplinan bagi seluruh siswa.

“Sejak pukul 6.30 siswa sudah masuk, selalu diadakan sholat berjamaah dan tausiah di masjid sekolah, belum lagi teguran dan hibauan guru kepada siswa untuk berlaku sopan dan jaga adab dan  moral siswa,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah, ketika dimintai keterangannya di ruang kerjanya mengaku belum mendapatkan informasi atau laporan dari sekolah  soal perbuatan asusila yang dilakukan siswa – siswi SLTP di Bekasi Timur itu.”Akan mengklarifikasi informasi tersebut ke pihak sekolah dan kronologisnya,” ucapnya. (sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *