oleh

Suksesnya Pilkada Serentak Tahun 2019 Menjadi Tolak Ukur Sukses Jalannya Demokrasi

Semarang, Kicaunews.com – Seminar Pengelolaan Pemilu dengan tema “Evaluasi Pemilu Serentak Tahun 2019 Menuju Pilkada Serentak Tahun 2020 Yang Berkwalitas” di Hotel MG Setos, Semarang. Kamis, (12/9/2019)

Dihadiri Kodam IV, Polda Jateng, Pemprov. KPU Prov maupun KPU Kota/Kabupaten serta berbagai unsur Lembaga Masyarakat.

Dalam sambutan  pertamanya Deputi l Dalam Negeri Mayor Jendral Wawan Setyawan mengatakan bahwa, Pemilihan Umum maupun pemilihan kepala Daerah merupakan wadah demokrasi yang berkwalitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suksesnya pilkada serentak tahun 2015 sampai tahun 2019 yang lalu merupakan tolak ukur suksesnya jalannya demokrasi di lndonesia.

Karena dengan pemilu menjadikan gambaran tentang bagaimana sistem demokrasi yang berjalan saat ini antara pemerintahan pusat dengan pemerintah daerah. Mewujutkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Pemilu yang di laksanakan serentak tahun 2019 merupakan potret sejarah jalannya demokrasi lndonesia, yang telah menjadi sorotan dunia internasional, dalam menilai jalanya pemilu di lndonesia” katanya.

Pemilu serentak di lakukan dalam lima jenis, pilihan yaitu pemilihan Presiden dan wakil Presiden, DPRD RI,  DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota.

Penyelenggaraan pemilu tahun 2019 berjalan aman dan lancar, namun seperti pepatah tak ada gading yang rak retak, pemilu tahun 2019 masih banyak temukan berbagai persoalan, yang perlu mendapatkan refrensi kita semua diantaranya, daftar pemilu, sengketa pencalonan, terlambatnya logistik serta kurangnya kwalitas logistik itu sendiri.

Kurangnya sosialisasi, banyaknya surat suara yang rusak. Waktu yang pendek mengakibatkan pemilih tidak bisa menyalurkan suaranya, terutama yang ada di luarnegeri sehingga suaranya tidak bisa tersalurkan. Kampanye yang terlalu panjang.

Evaluasi pemilu serentak tahun 2019 menjadi momentum penting sebagai strategis untuk di lakukan perbaikan agar pemilu mendatang tahun 2020 bisa berjalan dengan baik lagi.

Baca juga :  Menjawab Ketimpangan Pembangunan Dengan Pancasila

Pemilu tahun 2020 yang akan di laksanakan merupakan peserta terbanyak 269 di tambah makasar menjadi 270 daerah, termasuk peserta pemilu terbanyak.

Pemilu serentak tahun 2020 yang akan di laksanakan,  banyak sekali usulan dari berbagai daerah, yang perlu di perhatikan diantaranya yaitu mantan napi korupsi tidak di perbolehkan ikut dalam Pilkada, Bawaslu Lembaga Pemilu tidak bersifat ada hoaxs.

Pemerintah berharap  adanya masukan maupun sumbangsih agar pemilu serentak tahun 2020 bisa menjadi lebih baik. (Viosari/Achmad, S)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru