oleh

Pengusaha Dump Truck Diduga Lakukan Perampasan

SERANG, KICAUNEWS.COM – Dugaan Perampasan barang yang dilakukan Bukhori dengan dalih Mengaku sebagai pemilik bengkel per yang terletak di jalan raya Serang km 78 kampung Sentul RT 005 RW 003 desa Sentul kecamatan Kragilan kabupaten Serang propinsi Banten (05/04) pada jam 18.30 wib, mengakibatkan Muhammad Abdul Azis (Azis) warga jalan Jenderal Sudirman no 50 RT 006 RW 013 kelurahan Sukasari kecamatan Kota Tangerang propinsi Banten mengalami kerugian materiil senilai Rp. 95 juta , dan saat ini (09/09) kasusnya sedang ditangani Satuan Reserse Pidum Polres Serang Kabupaten Serang propinsi Banten.

Berdasarkan penuturan Azis pada awak media bahwa sekitar awal februari Azis diajak kerjasama usaha oleh Ahmad Soleh Fauzi (ASF) dengan komposisi kerjasama dimana Azis menyertakan modal barang dagangan berupa spare part kendaraan mobil roda 4 atau lebih, sedangkan ASFmenyediakan lahan (tempat) usaha yang sudah ia kontrak sebelumnya.

Selanjutnya Azis menerangkan polemik permasalah yang terjadi, “kerjasama usaha berjalan hanya dua bulan, tepat pada tanggal 05 April 2019 sekitar jam 18.30 WIB saya yang saat itu sedang duduk ngobrol bersama pekerja dan supplier kedatangan tiga orang yang diantara salah satunya mengaku bernama Bukhori. Selanjutnya didepan saya, Bukhori mengaku sebagai pemilik bengkel per dan mengambil paksa barang-barang yang ada di bengkel dengan dalih bengkel tersebut miliknya dari hasil kerjasama dengan ASF”, terang Ajis.

Ketika ditanya upayanya, Azis menjawab, “Saya berusaha mempertahankan barang mutlak milik saya, termasuk meminta kepada Bukhori untuk mengurungkan niatnya sampai ketemu ASF guna konprontir dan meminta pertanggung jawabannya. Tapi Bukhori menolak dan sesumbar tidak takut jika perbuatannya dilaporkan kepada siapapun termasuk kepada polisi, sambil menyuruh rekannya untuk segera mengambil dan menaikan barang-barang tersebut ke atas dua mobil pick up yang sudah di sediakannya, jujur saya merasa tertekan dan ketakutan”.

Baca juga :  Anggap Lecehkan Kyai Makruf, PW Ansor DKI Kecam Ahok dan Pengacara

Stigma berikutnya Azis menjelaskan sosok Bukhori yang diduga merampas barangnya, “sehari setelah kejadian saya bertemu dengan ASF, menurutnya Bukhori adalah seorang pengusaha angkutan dump truck dan membenarkan bahwa ASF menjalin kerjasama usaha dengan Bukhori tapi tidak membenarkan perlakuan Buklhori yang merampas barang karena barang tersebut mutlak milik Azis dibuktikan dengan membuat surat pernyataan yang isinya barang tersebut mutlak milik saya dan ASF bersedia menjadi saksi atas kejadian ini”, jelasnya.

Dilain tempat Fitrayana pemilik bengkel per Mulya Spring beralamat di Sukasari tepatnya di dbawah flayover depan Kantor PLN Cikokol Kota Tangerang membenarkan bahwa barang-barang yang berupa spare part kendaraan milik Azis dibeli dari toko miliknya, sambil memperlihatkan bon dan meyakinkan pembelinya sendiri atas nama Azis.

Sementara ASF menegaskan ketika ditemui di rumah kontrakannya beralamat di kampung Pabuaran RT 007 RW 004 desa Sentul kecamatan Kragilan kabupaten Serang membenarkan barang-barang yang diambil oleh Bukhori bukan miliknya.

“barang-barang yang diambil Bukhori bukan milik saya tapi mutlak milik Azis sebagai pertanggungjawaban, saya siap membuat surat pernyataan”, tegasnya sambil memperlihatkan bukti surat pernyataan yang sudah ditandatanganinya di atas materai.

Akibat kejadian tersebut Azis mengalami kerugian materiil dan immateriil, “kerugian yang saya derita bukan hanya materiil senilai Rp 95 juta tapi juga saya kehilangan harga diri dan kepercayaan terutama dari keluarga, apalagi sampai saat ini saya nganggur karena sudah tidak memiliki modal lagi”, lirihnya.

“Atas kejadian tersebut upaya dan harapan saya bisa cepat selesai masalah ini dengan membuat surat pengaduan polisi melalui bagian Lapdu Polres Serang yang diterima pada tanggal 29 Juli 2019. Dan pada tanggal 09 September 2019 saya diminta keterangan / BAP oleh Satuan Reserse Pidana Umum Polres Serang”, ucapan ekspektasi harapannya.

Baca juga :  Adhyaksa Dault Khotib Idul Fitri 1439 H di Jatinegara

Sementara sampai berita ini ditayangkan  belum bisa menghubungi petugas sebagai otoritas yang memiliki kopetensi dalam menangani kasus ini untuk diminta pendapatnya. (Br/ujang/Trs )

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru