oleh

Diduga Pengaruh Tontonan Dewasa di Internet, Sepasang Siswa SLTP di Kota Bekasi Berbuat Asusila

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Kemudahan informasi melalui internet membuka pintu dunia tak hanya orangtua dan remaja bahkan anak – anak pun secara bebas dengan mudah  mengakses segala informasi melalui gadget.

Tak kecuali informasi porno dan kekerasan banyak dijumpai disitus dan tinggal klik saja. Fenomena seperti ini pun sudah banyak dibahas kalangan pemerhati perlindungan anak.

Dampak negatif tontonan dewasa mempengaruhi imajinasi remaja dan anak – anak sudah menjadi perhatian Internasional. Lantaran dampaknya sudah banyak korban yang berjatuhan akibat salah dalam pergaulan dan maraknya tontonan dewasa di dunia maya.

Diduga salah satu peristiwa asusila yang pernah terjadi beberapa bulan lalu di Kota Bekasi yang melibatkan para siswa – siswi sebuah Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) di Kecamatan Bekasi Timur akibat pengaruh jahat pornografi yang mudah diakses di internet.

Kondisi ini sangat mengagetkan dan memprihatinkan karena dilakukan oleh sepasang anak dibawah umur yang melakukan perbuatan hubungan intim layaknya sepasang suami istri seperti yang terlihat di video yang diterima dari salah satu warga yang berdurasi 53 detik di sebuah warung.

Meski peristiwa tersebut terjadi diluar jam sekolah alias pada saat liburan sekolah tetap saja ini menjadi fenomena gunung es yang harus disikapi semua elemen masyarakat, ucap BN salah satu warga yang prihatin.

Awak media pun berusaha mendatangi pihak sekolah beberapa kali untuk meminta keterangannya, Selasa (3/9/2019) dan Selasa (10/9/2019) mendatangi sekolah tersebut untuk mendapatkan kebenaran atas peristiwa asusila yang pernah dilakukan oleh anak didiknya.

Pihak sekolah yang diwakili oleh bagian Humas bernama BD ternyata mengakui kebenaran adanya peristiwa yang memalukan yang diperbuat anak didik.

Begitu pula saat media bertemu dengan Kepala Sekolah berinisial Yes, Selasa (10/9/2019) mengaku kasus itu memang terjadi saat liburan sekolah dan bukan di lingkungan sekolah.

Baca juga :  Lewat BUMDes, Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kab. Pangandaran Tingkatkan Tarap Ekonomi Masyarakat

” Benar terjadi tapi peristiwanya sudah lama dan saat itu liburan sekolah, saat kami sedang melakukan persiapan verifikasi PPDB online dan kebetulan mereka siswa sini,” ungkap Yes.

Warga yang memergoki peristiwa tersebut lalu memanggil kedua otang tua kedua anak tersebut.” Itu menjadi tangungjawab orangtua murid karena bukan ada di lingkungan sekolah dan bukan pada saat sistem belajar mengajar,” ucap Yes, meski dirinya sangat kaget dan kecewa atas prilaku muridnya.

Atas peristiwa memalukan tersebut pihak sekolah memanggil orangtua dari dua siswa untuk diselesaikan permasalahan yang melibatkan anaknya.

Kedua orang tua dari dua siswa tersebut kata Yes mengajukan pengunduran diri anaknya untuk tidak lagi bersekolah di SMP tersebut.

“Masalah itu sudah kami selesaikan dengan orangtua, sudah close dengan cara baik -baik,” beber Kepsek.

Kedua orang tua menyadari kesalahan yang dibuat putra dan putrinya tanpa menyalahkan pihak sekolah. “Kami sudah semaksimal mungkin mendidik siswa  – siswi kami untuk menjaga akhlak dan moralitas dengan kegiatan keagamaan rutin setiap hari,”

“Tindakan siswa itu diluar batas kontrol kami sebagai guru karena diluar jam sekolah juga. Ini menjadi perhatian serius orangtua  dalam mengawasi putra putrinya,” bebernya.

Berdasarkan laporan warga itulah peristiwa yang terjadi antara bulan Juni – Juli 2019 lalu di siang hari, akhirnya pihak sekolah memanggil segera orang tua dari dua siswa siswi tersebut pada hari itu juga. Kepsek pun mengaku jika dua siswa nya sudah mengundurkan diri atas  permintaan dari orangtuanya sendiri.

Selaku pihak sekolah dirinya  mengaku prihatin dan kecewa atas prilaku anak didiknya padahal pengakuannya tak kurang – kurangnya pihak sekolah selalu memberikan pembinaan agama dan kedisiplinan bagi seluruh siswa.

Baca juga :  Datang Ke Cileles, BPJS Ketenagakerjaan Banten Blusukan Gelar Sosialisasi 

“Sejak pukul 6.30 siswa sudah masuk, selalu diadakan sholat berjamaah dan tausiah di masjid sekolah, belum lagi teguran dan hibauan guru kepada siswa untuk berlaku sopan dan jaga adab dan  moral siswa,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah, ketika dimintai keterangannya di ruang kerjanya mengaku belum mendapatkan informasi atau laporan dari sekolah  soal perbuatan asusila yang dilakukan siswa – siswi SLTP di Bekasi Timur itu.”Akan mengklarifikasi informasi tersebut ke pihak sekolah dan kronologisnya,” ucapnya. (sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru