oleh

Dalam Penerapan UU Perlindungan Anak, PP JMI Ungkapkan KPAI Keliru

JAKARTA, Kicaunews.com – Pengurus Pusat Jaringan Muda Indonesia (PP JMI) Menyatakan KPAI keliru dalam penerapan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU 23 Tahun 2002, dengan mengganggap Audensi Bakat Anak adalah Eksploitasi terhadap Anak.

Penghentian Audiensi PB Djarum, berdampak pada bibit-bibit pemain bulu tangkis generasi Indonesia.

Seharusnya KPAI mencermati dengan baik, upaya yang dilakukan oleh PB Djarum dalam Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2020, adalah upaya regenerasi pebulutangkis Indonesia, bukan semata-mata jualan produk. disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Jaringan Muda Indonesia, yang juga seorang Akademisi Hukum. Selasa (10/9/2019), di Bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

“Penyebabnya karena Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap audis PB Djarum tersebut telah mengeksploitasi anak.” Sebut Fikri.

Ini keliru, KPAI ini tidak bisa membedakan mana Eksploitasi dan Mana Bidang Bakat.

“Padahal selama 50 tahun berjalan, audisi PB Djarum telah melahirkan banyak atlet nasional yang berhasil membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah internasional,” sambut Fikri.

Dan bahkan, di sekolah dasar saja adanya eskul dan sekolah bulutangkis untuk usia dini, apakah ini eksploitasi?

“Kami tegas, meminta KPAI untuk meminta maaf atas kekeliruan dalam memberikan  pandangan, hingga merugikan Anak Bangsa yang berprestasi,” Tutup Fikri (AW)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru