banner 728x250

Proyek Gelap Pasar Bandungan Dusun Ngunut di Duga Langgar UU KIP

  • Bagikan
banner 468x60

Semarang, Kicaunews.com – Pembangunan pasar Pemda yang berlokasi di dusun Nganut, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang diduga tidak punya izin.

Menurut Mujo, Gaber (gabungan bersama) lsm dan media Seharusnya meskipun pembangunan milik pemerintah harus ada ijin, tetapi pasar yang di bangun Pemda Kabupaten Semarang ini, di duga tidak berijin.

banner 336x280

“Bahkan bangunan sudah pada rusak sebelum di tempati, sedang untuk pemindahan para pedagang belum ada kesepekatan harga ganti rugi, yaitu harga bangunan dan tanah,” papar Mujo.

Tetapi Ironis proyek pasar dusun Ngunut yang menggunakan Anggaran Negara senilai Rp. 11.999.791.000,- (sebelas miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu rupiah) dari APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2018. Yang di garap dengan Jangka waktu pelaksanaan 135 kalender, seharusnya sudah bisa di tempati, tetapi kenyataannya belum di tempati sudah pada rusak.

Totit Kepala PU Kab. Semarang saat di konfirmasi mengatakan terkait perijinan pihaknya akan konfirmasi dengan pihak dinas terkait. “Ada pak ijinnya,” katanya tanpa menunjukkan pada wartawan, di ruangannya, senin (9/9/2019).

Undang undang KlP No 14 seakan tidak berarti bagi Dinas PU, semua proyek yang ada di Kabupaten di duga tidak ada ketransparan.

Sungguh ironis Pemda yang seharusnya memberi contoh tertib administrasi ternyata justru ada kesan berbalik, pemda membuat bangunan selalu ijinnya belakangan.

“Padahal pihak swasta jika membangun selalu di kejar kejar pihak satpol pp terkait perijinan tapi pihak pemda sendiri bangun ijinnya selalu belakangan, ada terkesan pembiaran oleh satpol pp,” ujar Mujo

Kontributor : Viosari

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *