oleh

Hetifah Apresiasi Keberhasilan Balikpapan Turunkan Angka Buta Aksara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin mengapresiasi keberhasilan Pemerintahan Balikpapan, Kalimatan Timur (Kaltim) menurunkan angka buta aksara.

Diketahui, berdasarkan survai Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Staitistik (BPS) tahun 2018, jumlah penduduk buta aksara turun mejadi 3,29 juta orang atau 1,93 persen dari total populasi penduduk. Sementara, pada tahun 2017 jumlah penduduk buta aksar tercatat 3,4 juta orang.

Meski demikian, legislator dari Dapil Kaltim itu, tetap meminta pemerintah memperhatikan tindak lanjut dair program pengetasan buta aksara tersebut.

“Kita patut apresiasi capaian pemerintah dalam menurunkan angka aksara. Tapi perlu juga memperhatikan program pasca buta aksara tersebut. Sejauh mana memberi dampak positif bagi mereka yang telah mengikuti program pengurangan buta aksara,” ucap Hetifah, Jumat (6/9/2019).

Dirinya juga tidak menampik kalau buta aksara masih banyak terdapat di daerah T3. Menurut dia pemerintah harus lebih giat lagi memberantas buta aksara di daerah tersebut.

Bahkan ia juga mengapresiasi kegiatan Kemendikbud yang akan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menurunkan angka buta aksara secara signifikan pada Hari Aksara Internasional, 8 September memdatang. Pemberian penghargaan ini akan menjadi motivasi Pemda untuk lebih giat lagi menurunkan angka buta askara.

“Sebagai Anggota DPR RI Dapil Kaltim, saya bangga Balikpapan turut mendapat penghargaan sebagai kota yang signifikan menurunkan buta aksara,” ujarnya.

Sementara, Kadis Dindikbud Balikpapan, Muhaimin mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan banyak program dalam upaya pengentasan buta aksara, salah satunya melalui pendidikan non formal.

“Disdikbud memaksimalkan program pendidikan non formal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setara sekolah negeri di 5 kecamatan, mulai PAUD, TK, SD, SMP dan SMA dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai. Disdikbud juga memaksimalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang juga berkembang di Balikpapan,” terang Muhaimin.

Baca juga :  Ansor Way Kanan Pertanyakan Manfaat Waralaba Bagi Daerah

Muhaimin menambahkan, bahwa kegiatan literasi juga dikembang oleh kelompok masyarakat, OPD lain seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB juga menggalakan kelurahan bebas buta aksara.

“Pengembangannya dilakulan oleh kelompok-kelompok masyarakat, OPD. Bahkan di Kelurahan juga harus bebas buta aksara,” tandas Muhaimin. (*/04)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru