oleh

Damai Dunia, Damai Nusantara Kita Bangkit Dari Jogya

Yogyakarta, Kicaunews.com – 3 September 2019. Era baru tercetus di Jogyakarta, bersamaan dengan ceremonial award Festival Film Kemanusian 2019 yag merupakan kerja bareng antara IFG, Matra, Srita Bumi Mataram dan beberapa organisasi Kebudyaan.

Dengan di hadiri oleh Para Raja, Sultan Ratu, pelingsir, pemuka adat akademisi dan para pelaku budaya serta juga citivis academika Amikom University dan tamu asing dari Mancanegara.

“Festival Film ini bukan hanya sebatas penyerahan award saja, tetapi mencetuskan semangat Kemanusia dan perdamaian” tutur KPT Feryzhal Suryowibowo, penasehat SRITA yang juga pengurus MATRA pada wartawan sabtu (7/9/2019)

Masih kata Feryshal Suryowibowo, dengan melakukan deklarasi Hari Perdamaian Nusantara yang akan di peringati setiap Tanggal 3 September, dari Jogya menuju Nusantara dengan pesan Kemanusia dan perdamaian.

Lebih dari 300 orang yg hadir dalam acara ini adalah saksi sejarah dan merupakan deklarator Hari Perdamaian Nusantara yg di inisiator oleh KPH Wiroyudho yg juga merupakan Ketua Umum Matra.

Malamnya setelah acara Award Ceremony di Hotel Grand Mercure Jogyakarta , di lanjutkan dengan acara culture night dan gala dinner yang di hadiri juga oleh Para Raja, sultan, Ratu, Pemuka Adat, Pelaku budaya dan beberapa Tokoh Masyarakat, seperti Ibu Drg. Fransisca Kumurur, Bp . AGUS subagyo Wakil Bupati Wonosobo, tokoh Agama, tokoh pemuda dan para perempuan tanghuh yogyakarta.

Dalam kesempat ini selain bertukar pemberian Penghargaan juga Di tampilkannya tarian Tradisi Golek Ayun Ayun yg sangat energic dan tetap menampilkan kelembutan tradisi jawa. Tidak ketinggalan pakaian tradisi Dayakpun di tampikan ini adalah bentuk keberagaman Nusantara.

Dan secara bersamaan selain penyerahan award tadi, juga dilakukan Deklarasi DPW Srikandi Matra Bhumy Mataram, sebuah organisasi sayap dari MATRA. “Yang mana pengelolanya merupakan perempuan-perempuan tangghu Bhumy Mataram” katanya.

Baca juga :  Brimob Jabar Cek Suhu Tubuh Karyawan Guna Cegah Penyebaran Covid-19

“Srita bumi Mataram siap menjadi lokomotif pergerakan sosial budaya bagi perempuan dan juga tentunya anak-anak” terang dia.

Pembacaan susunan Pengurus Srita Bhumy Mataram oleh Sekjend DPP MATRA, KPT H.FZU Suryowibowo dan dilanjutkan dengan pembacaan Naskah deklarasi oleh Ketua Umum MATRA KPH.Wiroyudho.

Dilanjutkan dengan Penyerahan Pataka MATRA oleh Gusti Fita (GRAy Fita Woroyudho), kepada Ketua DPW Srita Bhumy Mataram R.NgtT. Dyah Kusumowati. (Sunarti Mawar Ati), atau biasa dinsapa dengan panghilan millenialnya Nya Mawar.

Acara di lanjutkan dengan penyerahan sertifikat kekeluargaan Pakualam oleh Bunda Permaisuri Paku Alam IX Al Haj, Ir GKRAA SM Anglingkusumo S.Pd. M.Eeng dan di damping oleh KPH.SP. Rheindra Jais Wiroyudho, prosesi penyerahan sertifikat di awali dengan tradisi sungkeman kepada KGPAA Pakualam IX Al -Haj Anglingkusomo.

Kehadiran Srita Bhumy Mataram adalah merupakan perwujudan dari pergerakan nyata perempuan tangguh yang segera berkiprah dalam percaturan adat, budaya, Etika serta tetap menjunjung tinggi kearifan local dan budaya leluhur.

Kehadiran Srita Bhumy Mataram adalah merupakan kebesaran rachmat dari Allah SWT, ridho dari leluhur dan semesta.

Mari kita tebarkan virus kebaikan menjalin perdamaian dan kemanusian dengan tetap menjadikan adat serta budaya adi luhung sebagai pijakan dan panutan.

Kontributor : Viosari.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru