oleh

Gerebek Pabrik Rekondisi, Polisi Amankan Ribuan Smartphone Ilegal

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Polres Metro Tangerang Kota mengungkap pabrik rekondisi smartphone dari dua ruko mewah berlantai tiga di kawasan elite Ruko De Mansion Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap sebanyak 14 pekerja, empat di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China.

“Hari ini kami melakukan penangkapan sebanyak 14 tersangka yang melakukan usaha ilegal. Merakit smartphone jenis Xiaomi, Oppo, Nokia, Samsung, Iphone dan Motorola. Jadi handphone ini rakitan ilegal dari Cina,” terang Kapolres Metro Tangerang, Kombes Abdul Karim, Jumat (6/9/2019).

Abdul Karim menambahkan, bahwa saat ini pihaknya masih menghitung total keseluruhan smartphone yang dirakit di gudang tersebut. Namun, ia memastikan jumlahnya mencapai angka ribuan terdiri dari beberapa merek handphone terkenal.

“Di sini posisi handphone punya sparepart terpisah, kemudian dirakit dan dikasih casing baru, termasuk item-item yang ada perangkatnya. Lalu dibungkus dan dibuat boks baru,” ungkapnya.

Abdul karim juga menegaskan, bahwa gudan atau industri rumahan tersebut, sudah beroperasi sejak tahun 2016 dan menyasar ke toko-toko online se-Indonesia dan dalam sebulan industri rumahan itu dapat memproduksi hingga 10 ribu handphone dirakit ulang.

“Sasarannya toko-toko online. Tapi ada juga beberapa toko retail yang mengambil barang juga dari sini,” jelasnya.

Dari penggerebekan itu, telah ditahan sbanyak 14 pekerja yang mana empat di antaranya adalah WNA asal Cina dan 10 di antaranya adalah pekerja dari Indonesia.

“Empat WNA ini dari Cina yang tugasnya mengawasi produksi dan mengantarkan sparepart yang memang didatangkan dari China. Kalau sisanya pribumi semua,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, sebanyak 14 tersangka tersebut dikenakan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen, perdagangan, dan tentang telekomunikasi. Dari pasal 62 ayat 2 UU RO nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungam konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Baca juga :  Said Iqbal : Pemerintah Diminta Taat Hukum Dengan Rekomendasi Panja Pengupahan Komisi IX DPR RI

“Lalu pasal 104 ayat 1 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman penjara 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp5 miliar. Terakhir, para tersangka dikenakan pasal 47 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dengan ancaman pidana paling lama penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta,” tandasnya.

Sekedar diketahui, penggerebekan dilakukan Unit Kriminal Khusus Polres Metro Tangerang dipimpin Kasat Reskrim, AKBP Dicky Ario. Ada ribuan smartphone rekondisi di dalam pabrik rumahan berhasil disita petugas. (aput)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru