banner 728x250

Ngaku Setor Uang, PKL di Kota Tangerang Tolak Ditertibkan

  • Bagikan
Satpol PP Kota Tangerang menertibkan PKL disekitaran Pasar Sipon, Kamis (5/9) poto: ist/ kicaunews.com/ kota tangerang.
banner 468x60

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) disekitaran Pasar Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019).

Pantauan di lokasi, saat penertiban sempat terjadi ketegangan antar petugas yang dibantu jajaran TNI Polri dengan beberapa PKL, lantaran menolak alat untuk berjualannya disita.

banner 336x280

“Ngapain kesini segala, udah kayak maling aja ambil barang orang,”kata salahseorang PKL kepada petugas di lokasi penertiban, karena keberatan kursi untuk berjualanya diamankan.

Bahkan tidak hanya itu, para PKL juga sempat memamki seorang petugas yang sedang melakukan pendataan terhadap PKL yang memakan hampir separuh badan jalan.

“Eh ngapain lu KTP gua pake acara dikantongin segala, yang jualan ade gua bukan gua,” tegasnya dengan nada tinggi.

Tidak berhenti sampai disitu, perlawanan puluhan pedagang yang merasa dirugikan lantaran diduga telah membayarkan sejumlah uang kepada salahsatu oknum ormas terus berlanjut hingga hampir melakukan kontak fisik dengan petugas, menarik tangan petugas wanita yang saat itu tengah melakukan pendataan.

“Gua udah bayar ya disini, percuma kalau masih dirazia lagi mendingan duitnya gua buang buangin,” terang salahseorang kepada petugas seraya menghempaskan tangan petugas.

Meski demikian, insiden tersebut tidak berlangsung lama, lantaran petugas yang didominasi perempuan dapat menahan diri dan tidak terpancing oleh provokasi para PKL.

“Mohon dipahami ibu telah melanggar dengan berjualan dipinggir jalan, kan kasihan para pengguna jalan yang terganggu,” kata petugas kepada pedagang yang diketahui berjualan ikan asin.

Sementara, Kabid Trantibumtram pada Satpol PP Kota Tangerang, A. Ghufron Falfeli mengaku, bahwa penertiban tersebut adalah bagian dari mengembalikan hak pengguna jalan yang seringkali dirugikan, lantaran keberadaan para PKL yang memakan hampir separuh badan jalan.

Baca juga :  Fraksi Gerindra: Adanya Subsidi Pendidikan di kota Tangerang Bisa Tingkatkan Prestasi

“Kami banyak menerima laporan masyarakat yang resah dengan keberadaaan para PKL Ini,” kata Ghufron kepada wartawan.

Ghufron mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dengan menyita barang dagangan para PKL yang masih membandel dengan kembali menggelar dagangannya di tempat yang telah dilarang.

“Kami tidak akan melihat kepada siapa mereka (pedagang, red) memberikan setoran, selama mengganggu ketertiban umum sudah barang pasti akan kami lakukan tindakan tegas,” tegas Ghufron.

Ghufron menambahkan, selain melakukan penertiban disektiran Pasar Sipon, jajarannya juga melakukan pembonkaran gubuk-gubuk liar yang diduga dijadikan sarang prostutusi disekitaran Pasar Tanah Tinggi Tangerang.

“Kami juga menyisir lokasi yang kami duga sebagai tempat untuk mesum,” ujar Ghufron.

Dalam melakukan penyisiran disekitaran Pasar Tanah Tinggi, pihaknya menemukan puluhan bekas alat kontrasepsi yang berceceran disekitar gubuk-gubuk yang bediri di asset milik Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami terpaksa membongkar gubuk tersebut, karna selain tak berijin kami juga menemukan kondom berserakan dan beberapa minuman keras yang disembunyikan disekitaran lokasi itu,” terang Ghufron.

Ia mengaku akan terus melakukan serangkaian penyisiran dan penertiban untuk mengembalikan kenyamanan masyarakat yang direbut paksa oleh para pedagang kaki lima dan para pelaku prostitusi disekitar lokasi yang dinilai rawan.

“Kita akan melipat gandakan kegiatan untuk mempersempit ruang gerak prostitusi dan para PKL, karna pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyrakat berbentuk kenyamanan melalui serangkaian penertiban yang kami terus lakukan,” ungkap Ghufron.

Lebih dalam ia mengatakan, bahwa makian dan cacian yang didapat dari masyarakat yang terkena langsung dari dampak kegiatan penertiban yang dilakukannya adalah bagian dari resiko tugas dan dinilainya sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Baca juga :  Brimob Polda Jabar Peduli Masyarakat Kabupaten Bandung Agar Tercegah Dari Penularan Covid-19

“Kami terus mengedepankan sisi humanis kami dalam setiap kegiatan penertiban, sudah biasa kami mendapatkan cacian karna yang terpenting bagi kami adalah kenyamanan masyarakat kota tangerang,” pungkas Ghufron. (aput)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *