banner 728x250

Ziarah Religi ke Kota Thoif Sebagai Kota Buah dan Kota Kenangan Pahit Dakwah Rosul

  • Bagikan
banner 468x60

KICAUNEWS.COM – Perjalanan ziarah religi ke Thoif ini menurut UAN bukan hanya menikmati sejuk dan indahnya panorama kota Thoif namun memiliki sejarah pahit, perih, memilukan dan meneteskan air mata yang pernah dialami oleh Rosululloh SAW.

Kita bisa bayangkan jika hal itu terjadi dalam kehidupan kita, mungkin kita akan prustasi dan tidak akan sanggup menjalankan itu semua, tapi Rosululloh benar-benar punya hati yang mulia, kuat, sabar dan berakhlakul azhimah (akhlak yang agung) yang luar biasa.

banner 336x280

Tiga tahun sebelum hijrah, Nabi SAW melakukan perjalanan dakwah ke Thoif untuk mengajak kabilah Tsaqif masuk ajaran agama Rasululloh. Hijrah ke Thoif ini dilakukan tidak lama setelah kematian istri tercinta Rasul Siti Khodijah pada 619 M kemudian tidak lama disusul dengan wafatnya paman Nabi SAW Abu Tholib pada 620 M.

Kedua sosok ini adalah pelindung utama Nabi SAW, tokoh yang sangat disegani oleh kaum musyrik Quraisy, dimana saat keduanya wafat, mereka semakin berani mengganggu Nabi SAW dan kota Makkah sudah tidak aman buat keselamatan diri Nabi SAW.

Akhirnya Nabi berniat berhijrah ke Thoif dengan harapan dijadikan kota pelindung dari kekejaman kafir makkah dan untuk menghindari penganiayaan yang lebih berat, dengan diam-diam Nabi berjalan kaki mencoba pergi ke Thoif untuk minta pertolongan dan perlindungan

Dengan perasaan yang memilukan karena orang yang sangat dicintai Rasul telah meninggalkannya,  sementara orang kafir Makkah terus semakin kejam dan jahat terhadap Rasul. Lalu berangkatnya ke Thoif untuk berdakwah dan minta suaka perlindungan, namun penduduk Thoif malah memperlakukan Nabi dengan penolakan yang kasar dan kata-kata kotor.

Kaum Tsaqif melemparinya dengan batu sehingga kaki Rasul terluka dan Zaid bi Haritsah membela dan melindungi Rasul sehingga kepalanya terluka akibat lemparan batu, akhirnya Rasul berlindung di kebun milik Utbah bin Rabiah dan tinggal selama 10 hari.

Baca juga :  Giat Sambang Kanit Binmas Polsek Cikedung Dengan Calon Kuwu

Disaat Rasul dan Zaid beristirahat sambil mengobati luka yang dideritanya kemudian Rasul berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan yang berat ini dan Allah pun menjawab doa Rosul lalu malaikat Jibril datang menawarkan diri.

“Apakah Engkau mau aku timpakan dua gunung kepada orang Thoif? Jika engkau inginkan, maka aku akan lakukan, namun Rasul dengan keagungan akhlaknya tidak menghendaki tawaran Jibril, bahkan Rasul menginginkan Allah akan menciptakan generasi bertaqwa yang lahir dari tulang rusuk masyarakat Thoif.” (HR. Bukhori).

Ini bukti bahwa Rasul memiliki sifat agung diabadikan dalam Al Quran dengan julukan وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S. alqolam : 4).

Bahwa Rosul itu sangat tidak memiliki dendam meski dicemooh, disakiti dan dianiaya oleh para musuhnya namun Rasul balas itu semua dengan doa dan penuh kesabaran yang luar biasa.

Dilokasi persembunyian Rasul berjumpa dengan pria pekerja kebun yang bernama Addas, lalu pria ini memberikan setangkai anggur, sebelum memakannya Rosul membaca Bismillah, mendengar itu Addas berkata : orang disini tidak pernah mengucapkan kalimat itu, lalu Rasul bertanya agama yang dianut Addas, pria itu menjawab : agama saya Kristen dan mengikuti ajaran Nabi Yunus.

Rasul pun menjelaskan Yunus adalah anak Matta yang juga saudara Rasululloh. Ketika Addas mendengar bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dia langsung memeluk agama Rasul dan mengantarkannya bersyahadat sehingga menjadi muslim.

Sekarang ini tempat pertemuan Rasul dengan Addas telah dibangun masjid yang diberi nama masjid Addas dan posisinya juga tidak begitu jauh dari Wadi Mastna, tempat Rasul dilempari batu oleh penduduk Bani Tsaqif.

Bagi Ustads Adjie Nung rasanya seperti makan empat sehat lima sempurna jika sudah sampai di Kota Makkah terus bisa city tour ke Kota Thoif.

Baca juga :  Anggota Polsek Lelea Giat Posko PPKM Mikro Di Desa Tugu

“Rugi banget jika tidak bisa berkunjung ke kota sejuk ini padahal hanya  67 KM dari Kota Makkah dan sekitar 1jam 50 menit perjalanan untuk bisa sampai di Thoif,” kata Ustads Adjie Nung.

Selepas sholat Zhuhur Ustadz Adjie Nung (UAN) sapaan akrabnya dari nama lengkap Nur Anwar Amin sebagai Ketua Umum Yayasan Wafizs Al-Amin Center, Sekjend KBIH Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Pimpinan Rombongan jamaah haji dari KBIH Attaqwa Kabupaten Bekasi ini membawa para jamaahnya untuk bisa menelusuri jejak perjuangan dakwah Rasulullah SAW yang sangat pahit dan menyakitkan ini, Senin (26/08/2019).

Ada dua jalur perjalanan menuju ke Kota Thoif, bagi yang menggunakan kendaran kecil  bisa melewati jalur puncak, mengelilingi pegunungan dan jalan yang berliku menaiki ketinggian pegunungan Asir dan Al Hada layaknya puncak kebun teh di Bogor.

” Bedanya puncak di Bogor dipenuhi dengan pemandangan kehijauan, namun puncak Thoif ini kiri kanan sepanjang jalan hanya gunung-gunung batu walau bisa kita lihat wisata kereta gantung di puncak batu ini,” tutur UAN.s

Dan bagi yang menggunakan mobil Bus akan melewati jalur perkampungan, pertanian dan perkebunan terasa seperti lewat di kampung kita sendiri karena kiri kanannya akan terlihat cocok tanam sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sekarang Thoif sangat ramai dengan wisatawan manca negara dan lokal, destinasi tempat wisatapun sudah banyak dibuat seperti kereta gantung, aneka permainan layaknya ancol, pusat kuliner, pasar bunga penghasil parfum dan aneka pusat buah, semua kebutuhan wisatawan sudah terpenuhi, termasuk villa dan penginapan bagi yang ingin bermalam sehingga orang saudi arabia saat di musim panas tiba dijadikan tempat peristirahatan termasuk peristirhatanya para raja sehingga thoif dijuluki Qoryatul muluk (desa para raja).

Baca juga :  Berikut Jadwal Imsyak HMI Komfastek Cabang Ciputat

Karena daerahnya sejuk, Thoif kata UAN sering juga diselenggarakan pertemuan-pertemuan bilateral, regional dan internasional. Begitu juga saat musim dingin tiba antara bulan oktober – januari diselenggarakannya pacuan balap onta. Dan bagi masyarakat Thoif dan sekitarnya yang ingin melaksankan ihrom bisa dijadikan tempat miqot haji dan umroh yaitu di Wadi Sair Kibir.

Lanjut UAN menelusuri kota Thoif ke lokasi ziarah yang lain, diantaranya ada masjid Abdulloh bin Abbas sekalian berziarah ke pemakaman umum Thoif yang didalam ada maqam sepupu Rosul yaitu Abdulloh bin Abbas percis berhadapan dengan masjidnya.

“Saat itu tepat dengan datang waktu sholat ashar, kami pun ikut sholat ashar berjamaah di masjid yang punya ciri khas dipenuhi tiang-tiang membuat kami tidak bisa melupakanya,” kata UAN tersenyum.

Setelah itu langsung rombongan bersama – sama Ustadzah Hj. Ulfah Noer, Putri Pahlawan Bekasi KH.Noer Alie, Ustadz H.M.Adib Sholeh, putra KH.M.Amin Noer,MA serta Ustadz Dhani Aksi Indosiar untuk diajak ke pasar aneka buah-buahan yang menjadi icon Kota Thoif adalah buah barsyumi, buah langka, tumbuh di bebatuan gunung batu, kulitnya gatal, berbulu tajam dan rasanya sangat manis, tiap orang yang datang ke Thoif pasti akan cari buah barsyumi, juga banyak buah lainnya termasuk delima, anggur, tin, nanas dan tidak ketinggalan kami juga merasakan makan jagung bakar yang dilumuri garam dan syai (teh halib) terasa seperti di puncak Bogor.

“Tidak ketinggalan kami juga mampir ke aneka bunga yang menghasilkan parfum, tiba saatnya perut kami mulai terasa lapar karena waktupun sudah menunjukan pukul 19.00 saat adzan maghrib, akhirnya perjalanan kami terakhir mampir ke restouran arab dengan menu nasi mandi, ayam mashwi, sambel (syattoh) dan bawang bombay, seluruh jamaaj terasa puas karena lengkap city tour religinya,”pungkas UAN.
(sofie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *