oleh

KONAS MENWA: Jangan Biarkan Aksi Separatisme, Lawan!!!

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Aksi pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara pada 28 Agustus 2019 mengagetkan banyak kalangan. Bendera bintang kejora yang merupakan simbol gerakan separatisme dari Organisasi Papua Merdeka atau OPM dengan santai nya dikibarkan di depan simbol negara oleh sekelompok demonstran sambil menyuarakan tuntutan referendum yang mengarah kemerdekaan Papua dari NKRI. Aksi itu dilakukan di depan muka aparat yang berjaga-jaga.

Aksi Demo itu sendiri merupakan buntut dari rentetan peristiwa sejak ‘isu pengusiran’ sejumlah mahasiswa Papua oleh massa di Surabaya karena  tidak menghormati bendera merah putih. Belakangan kasus berkembang menjadi isu rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang berujung kemarahan warga Papua di Sorong dan Manokwari. Hoax merajalela pasca peristiwa itu hingga menimbulkan kerusuhan lokal dan gejolak baru.

Meski upaya mediasi damai telah di lakukan pemerintah, namun gejolak itu melebar ke Jakarta dengan aksi pengibaran bendera simbol separatisme itu di pusat kekuasaan negara. Dan saat hampir bersamaan, aksi demontrasi massa di Distrik Waghete Kab. Deiyai, Papua juga berujung kekerasan yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur, 2 terluka berat serta tiga anggota Polri turut terluka akibat amuk massa. Dilaporkan pula sekitar 10 pucuk senjata organik hilang di rampas demonstran.

Rangkaian peristiwa ini menimbulkan reaksi dari banyak kalangan. Diantaranya dari Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Konas Menwa) Indonesia. Organisasi mahasiswa berwawasan bela negara dan penerus perjuangan Tentara Pelajar ini menilai bahwa aksi 28 Agustus didepan Istana itu adalah provokasi serius terhadap kedaulatan NKRI serta merendahkan martabat bangsa. Dan aksi penyerangan berdarah dari massa demonstran terhadap aparat yang bertugas di Papua adalah tindakan pembunuhan keji. 

Semuanya pasti di dalangi mereka yang anti integritas NKRI. Terkait sikap itu, Wakil Komandan Nasional (Wadankonas) Menwa Indonesia, Erwin H. Al-Jakartaty meminta pemerintah untuk jangan membiarkan aksi separatisme merajalela dengan bertindak tegas dan tepat dalam menyikapi peristiwa berangkai ini. Juga meningkatkan kerja diplomasi internasional, jangan sampai ada campur tangan asing perkeruh suasana pada permasalahan dalam negeri ini.

“Pengibaran bintang kejora depan Istana itu oleh sekelompok massa adalah aksi provokatif  merongrong kedaulatan NKRI yang juga merendahkan martabat bangsa. Jangan dibiarkan aksi separatisme itu, harus segera disikapi pemerintah dengan tegas dan tepat, Menwa Indonesia dan segenap elemen bangsa lainnya akan mendukung penuh, karena kami yakin mayoritas saudara2 kita di Papua adalah patriot NKRI,” ujar Erwin kepada kicaunews.com.

Sebagai bagian dari kader muda bela negara, Wadankonas Menwa Indonesia ini merasa sangat prihatin dan menyesalkan eskalasi peristiwa yg terus terjadi. Menurutnya, mayoritas warga Papua adalah saudara sebangsa yang sama2 mencintai negeri ini, untuk itu harus di pisahkan antara aspirasi yg di bawa demonstran tentang menolak isu Rasisme dengan aksi provokasi Separatisme.

Menyikapi Isu rasisme bisa di lakukan dialog berkelanjutan dengan banyak pihak terkait untuk dicarikan solusinya, dan itu masih berproses. Tetapi jika menyangkut separatisme itu tidak ada kata kompromi, karena hal itu jelas adalah tindakan makar yg terorganisir dan melawan hukum secara terbuka. Di negara manapun di dunia ini, separatisme pasti tidak ditolerir.

“Kami turut berduka cita yg mendalam atas gugur dan terlukanya aparat yg bertugas. Dan yakin hal itu dilakukan kaum separatis. Karenanya Presiden silahkan saja menempuh jalan damai dalam selesaikan isu rasisme, namun tetap harus berani tegas terhadap aksi separatisme, jangan biarkan sepetak bumi NKRI ini terpisah. Hukum harus ditegakkan dalam menyikapi setiap aksi Makar. Segera ambil tindakan sebagai panglima tertinggi, jangan sampai nanti rakyat yg akan saling berhadapan. Jangan di biarkan aksi Separatisme itu dan harus dilawan,” demikian kata tegas Erwin H. Al-Jakartaty lebih lanjut.

Sementara itu, di hubungi ditempat terpisah Komandan Resimen Mahasiswa Jayakarta, (Struktur organisasi Menwa di tingkat provinsi DKI Jakarta), Raden Umar menyatakan bahwa jajarannya selalu siap mendukung langkah yg di ambil Konas Menwa Indonesia sebagai induk organisasi Menwa Nasional, apalagi yg terkait penyikapan soal separatisme. 

“Gerah rasanya melihat bintang kejora berkibar di ibukota, untuk itu Kami akan jalankan komando pimpinan Menwa Indonesia untuk sampaikan point-point sikap Menwa untuk  penguatan kebijakan pemerintah nantinya secara tegas terhadap masalah separatisme ini langsung melalui Kemenhan RI,” ujar Raden Umar.

Komando Nasional Menwa Indonesia selanjutnya akan terus memantau perkembangan yg terjadi dan sekaligus akan melakukan konsolidasi internal guna lebih memantapkan nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme anggotanya dan bagi generasi muda umumnya.(Red)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru