banner 728x250

Mengenal Lebih Jauh Aang Witarsa Rofik, Kabid Humas Kemendagri

  • Bagikan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Aang Witarsa Rofik dalam acara Piala Humas Jabar-Refleksi 1 Tahun Jabar Juara di The Trans Luxury Hotel, Jumat (09/08/2019).
banner 468x60

KICAUNEWS.COM — Ketika sebagian besar alumni lainnya menjadi guru atau dosen, alumnus PKn UPI Angkatan 1998

Dr. Aang Witarsa Rofik, M.Si. memilih jalan berbeda untuk menjadi seorang birokrasi.

banner 336x280

Seperti diberitakan penadeni.com website pribadi milik Deni Kurniawan As’ari, Birokrat yang bergelar Doktor Aang Witarsa Rofik menceritakan awal mula karirnya yang saat ini menjabat Kabid Humas Kemendagri.

Dr. Aang Witarsa Rofik

Mengawali pengalamannya, Berawal saya mendaftarkan diri dan Ikut tes CPNS pada Tahun 2008 untuk pertama kalinya sebagai CPNS di Kementerian Dalam Negeri dan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Mengapa? Karena rupanya Aang tidak memiliki peluang untuk bisa mengikuti tes CPNS sebagai guru PPKn.

“Saya ingat betul saat itu, di kota tempat tinggal saya, yaitu Kota Bandung maupun kota sekitar Bandung tak ada formasi guru PPKn. Selain itu terkait kelengkapan administrasi berupa keterangan domisili jika ingin mendaftarkan di kota lain,” Ujarnya.

Dirinya mengutarakan, Sebenarnya bisa saja memaksakan diri dengan cara mengurus KTP di daerah selain domisili (Nembak KTP), namun tentunya hal itu jelas menyalahi aturan apalagi saat ini Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia. Tidak bisa sembarangan penduduk membuat KTP dengan data yang palsu.

Aang menambahkan, kesempatannya untuk menjadi CPNS di luar formasi guru PPKn sangat sulit jika hanya mengandalkan ijazah yang ia miliki saat itu.

Menurut pengakuannya, harapan dan cita-cita tidak hanya menjadi guru PPKn namun juga memiliki keinginan mengabdi di almamater PPKn UPI.

“Namun saya harus realistis untuk dapat bergabung bukan hanya mengikuti rangkaian tes dan hasil tes yang memenuhi kualifikasi, tetapi tidak kalah penting mendapatkan dukungan dari para dosen dan senior-senior yang ada di jurusan,” terangnya.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Laksanakan Sambang Silaturahmi Kepada Ketua RT

Selepas lulus sebagai mahasiswa jurusan PPKN UPI tahun 2003, Aang dulu tercatat sebagai pekerjaan pertama kalinya sebagai editor di Penerbit Grafindo Media Pratama.

Tak berselang 2 (dua) tahun ia memutuskan berhenti dan melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Jurusan Ilmu Politik tahun 2005.

Aang berhasil menyelesaikan dalam waktu singkat sekira 1,5 tahun. Sukses menyandang gelar magister (M.Si) lantas ia berpikir bahwa dengan ijazah dan latar belakang pendidikannya tentunya lebih lebar membuka kesempatan untuk menjadi seorang PNS.

“Tidak sengaja saya membuka website beberapa Kementerian/Lembaga bahkan Pemda mencari formasi yang tepat, sehingga saya menemukan saat itu di Kementerian Dalam Negeri membuka beberapa formasi CPNS salah satunya untuk formasi S2 Ilmu Politik berjumlah 4 formasi yang diperebutkan oleh para peserta lulusan S2 ilmu politik perguruan tinggi ternama di Indonesia, berangkat dari keyakinan dan proses seleksi CPNS yang fair, Alhamdulillah saya diterima menjadi salah satu CPNS Kemendagri dengan bersaing dengan teman-teman dari perguruan tinggi lainnya satu kebanggaan bagi saya, bisa bergabung dengan kementerian besar seperti Kemendagri,” kenangnya.

Menggunakan Ijazah S2

Menurut penuturannya bisa mendaftarkan diri sebagai CPNS di Kemendagri dengan menggunakan ijazah S2, karena untuk formasi yang dibuka adalah S2 Ilmu Politik. Bukan berarti ijazah S1 tidak penting. Tanpa ijasah S1 tidak mungkin bisa melanjutkan studi S2, dan melalui pengalamannya studi di jurusan PPKn itulah banyak sekali mendapatkan hal-hal penting dalam hidup, tidak hanya masalah urusan perkuliahan, siapapun bisa untuk menyelesaikan perkuliahan jika hanya itu niatnya.

“Di UPI itu saya dipertemukan dengan guru-guru yang bagi diri saya banyak sekali menginspirasi dengan berbagai hal yang sudah beliau-beliau contohkan. Selain itu, pengalaman ormawa di UPI pada saat itu sangat menggembleng bagaimana belajar aspek kepemimpinan, bekerja sama dalam satu tim dengan pola pikir berbeda, berbagi pengalaman dengan teman, senior, bahkan adik-adik angkatan yang berasal dari berbagai daerah dengan segala dinamikanya.”

Baca juga :  Era Konvergensi Media, Kabid Humas Kemendagri Sebut Humas Era Saat Ini Sudah Menjadi Humas 4.0

Dengan jujur Aang mengakui pilihan berkarir di Kemendagri bukanlah sebagai tujuan yang disiapkan sejak awal, tetapi lebih pada kesempatan dan mencoba untuk keluar dari zona bahwa alumni/lulusan UPI harus jadi guru.

Banyak kesempatan sebenarnya dalam menentukan pilihan-pilihan karir ke depan. Ia pun sadar setelah masuk ke Kemendagri sebagai momentum untuk tidak menyia-nyiakannya karena tidak hanya membawa diri, tetapi membawa nama baik almamater, baik sebagai alumni PPKn UPI yang selalu saya banggakan maupun sebagai alumni Unpad.

Semua itu bagian tanggung jawab untuk selalu menjaga nama baik yang harus tercermin dari setiap pola sikap, pola tindak, kapasitas, integritas dan komitmen sebagai ASN yang selalu harus memberikan pelayanan yang baik sesuai bidangnya masing-masing.

Banyak hal yang Aang rasakan ketika bisa bergabung di Kementerian sebesar kemendagri dengan segala dinamikanya.

Menurutnya, Kemendagri itu sebagai poros pemerintahan dalam negeri yang mengurusi banyak sekali urusan pemerintahan dalam negeri. Sukanya banyak hal pembelajaran yang tidak didapat dari pendidikan formal, secara langsung dapat menimba ilmu dan pengalaman dari para tokoh nasional dalam berbagai forum dan kesempatan, dapat bersilaturahmi dengan saudara-saudara dari Sabang sampai Meuroke dari Miangas sampai Pulau Rote dan banyak hal-hal yang menyenangkan di Kemendagri.

Tokoh yang Menginspirasi

Ketua Dewan Guru Besar UPI Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si. yang menjadi Salah Satu Tokoh Inspirasi Kabid Humas Kemendagri Dr. Aang Witarsa Rofik

Ditanya perihal tokoh yang menginspirasi, ia mengaku banyak tokoh yang menginspirasi, tapi yang paling nyata dan dekat dalam kehidupannya adalah kedua orang tua. Beliau sangat gigih dan terus memberikan semangat di tengah-tengah keterbatasan dengan selalu mengiringi dengan doa-doa baiknya dan itu yang ia rasakan.

“Setiap cita-cita harus diperjuangkan. Apapun hasilnya pasti pasti memberikan keberartian dalam hidup,” tegasnya.

Aang mengakui ada sosok dosen PPKn yang selama ini menginspirasi yaitu Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si. (Saat ini menjabat Ketua Dewan Guru Besar UPI).

Baca juga :  Jokowi resmikan dimulainya Rusunami di Tangsel

“Sejak mengenalnya banyak hal yang dapat dijadikan inspirasi, seperti kegigihan beliau dalam setiap aktivitasnya, baik di kampus maupun di luar. Prof Karim juga seringkali mengingatkan agar keluar dari “zona nyaman”, ada istilah yang sering diucapkannya dalam Bahasa Sunda “Tong Kurung Batokeun”, banyak sekali saya mendengar celotehan-celotehan yang agak pedas tapi sampai saat ini terbersit dalam setiap ingatan saya dan secara tidak langsung saya merasakan bahwa apa yang diucapkannya telah menginspirasi saya,” ujar tim penyusun UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tersebut.

Dr. Aang Witarsa Rofik, M.Si (Batik) Saat Bersama Sekjen Kemendagri Dr. Drs. Hadi Prabowo, M.M (Tengah) dan Kapuspen Kemendagri Dr. Bahtiar, M.Si (Jas Hitam) Saat Promosi Doktor Sekjen Kemendagri

Menjabat Kabag Humas Kemendagri

Aang saat ini alhamdulillah diamanati sebagai Kepala Bagian Humas Kemendagri. Jabatan itu menjadi tantangan baru. Selama 11 tahun lebih ia bertugas di Kemendagri menangani urusan politik dalam negeri.

“Tugas saya saat ini di humas secara umum melaksanakan penyusunan bahan publikasi, penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi termasuk pemerintah daerah dan masyarakat serta analisa media massa dan media sosial,” tegasnya.

Selain itu, dalam keseharian melekat tugas menyiapkan bahan materi publikasi Mendagri, serta menulis materi-materi yang menjadi kebijakan strategis Kemendagri kepada publik.

Terakhir Aang berpesan untuk adik-adik Jurusan PPKn UPI untuk selalu belajar dari siapapun. “Jangan ucapkan kata susah dan tidak bisa sebelum berusaha sampai titik batas kemampuan. Masa depan bukan apa yang kita lihat hari ini tapi buah dari setiap kebajikan yang akan dituai kelak.

“kebaikan jauh lebih mudah daripada menyampai kan kebenaran,” pungkasnya.

Artikel dapat dilihat di: penadeni.com

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *