banner 728x250

Mantan Anggota DPRD Indramayu Dilaporkan ke Polda Jabar

  • Bagikan
banner 468x60

Indramayu, Kicaunews.com – Menjelang pelantikan anggota DPRD Indramayu masa bakti tahun 2019 – 2024 anggota DPRD terpilih sekira tanggal 30 Agustus 2019 yang akan dilaksanakan digedung DPRD Indramayu, ditengah kegembiraan 50 anggota dewan terpilih yang akan dilantik beda dengan inisial KD salah satu mantan anggota dewan periode tahun 2014 – 2019 dari salah satu partai yang tidak dilantik kembali, malah disibukkan dengan banyaknya panggilan polisi untuk pemeriksaan kerena KD telah dilaporkan ke unit V Reskrim Umum Polda Jabar dengan laporan dugaan adanya tindakan penipuan dan penggelapan.

Pelapor adalah Moh. Mabruri. As pada hari sabtu 15 juni 2019 yang tak lain adalah rekan kerja satu partainya sendiri. Awalnya sedari 2016 KD dan kawan kawan meminjam uang pelapor, setelah itu berlangsung peminjaman uang itu pada saat pelapor ditunjuk menjadi tim konsolidator pemenangan AMN dalam Musyawarah Cabang (Muscab) partainya dengan pencalonan dirinya untuk menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partainya.

banner 336x280

Pelapor menyebut nama AM yang tak lain adalah rekan KD yang menjabat ketua Fraksi saat diwawancarai wartawan Kicaunews menerangkan bahwa ada beberapa kali saya memberikan uang kepada AMN dan KD dari tahun 2016 itu sampai lanjut ke pencalonnya di kontestasi ketua dewan pimpinan partai walau pun pada saat itu belum beruntung menjadi ketua DPC. Tutur pelapor.

“Dari total kwitansi yang saya buat dengan AMN Sekisaran 160 juta rupiah, dengan janji akan dibayar dengan paket juksung proyek pemerintah daerah. Namun yang janjinya pada tahun 2017 saya akan dibayar dengan janji itu tapi sampailah tahun 2019 itikad baik itu tidak kunjung datang”. Sambung pelapor penuh dengan nada kesalnya saat wartawan kicaunews menyambangi rumahnya. Rabu (28/08/2019).

Baca juga :  Menjaga Kondusifitas Wilayah dan Silahturahmi , Kapolsek Cisauk Sambangi Ketua MUI Kecamatan Cisauk

Ditanya soal perkembangan laporan dan harapan proses laporan, pelapor menjelaskan pada tanggal 24 Juni 2019 saya mendapat surat hasil penyelidikan dari Polda karena sebelumnya para saksi saksi juga sudah dimintai keterangan dan saya pun berharap penegak hukum bisa menegakkan hukum seadil adilnya atas laporan saya, dan saya jg apresiasi karena laporan saya ditanggapi dengan baik dan sudah ada perkembangannya.

“Selain pertemuan yang diagendakan oleh AMN untuk klarifikasi sekitar tanggal 26 juli 2019 sekitar pukul 14.00 AMN dan KD mengundang pelapor bertemu di kantor pengacara MY, pada saat itu tidak terlihat menemukan titik temu. Pada saat dikonfirmasi melalui nomer WhatsAppnya akan kebenaran pelaporan itu ke KDV menjelaskan ” kalo tanya persoalan itu mangga tanyakan ke pak MY, karena seluruhnya beliau yang tau”. Tutup singkat KD.

MY pun membenarkan pertemuan saat di mediasi dikantornya, “saat itu saya coba fasilitasi mereka, diantaranya yang hadir pada saat itu, sodara mbr beserta istri, kd, amn dikantor saya, namun benar apa yang disampaikan sodara mbr bahwa pada saat itu tidak menemukan titik temu, terus mengenai masalah penjelasan Kd suruh ke saya yang jelas yang saya ketahui semuanya kan 1 partai dan kelihatannya juga masih saudara jadi tinggal tanyakan juga saja  ke sodara Amn nya mas”. Jelas MY

Sampai berita ini ditayangkan,  masih belum bisa menemui AMN karena sedang ada muktamar partainya dan ditemui dikantornya pun tidak terlihat dikantornya. Laporan Moh. Mabruri. As tercatat bernomor LP/B/581/VI/2019/JABAR. tanggal 15 Juni 2019. Dengan perkembangan pada tanggal 24 Juni 2019 pelapor mendapat surat perkembangan penyelidikan dari mabes Polda KaSubDit 1 Kiminal Um POLDA JABAR dengan nomer surat B/455/VI/2019/Dit Reskrim Um. (MT jahol)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *