oleh

Seorang Majikan Hongkong Jadi Mualaf dan Berhaji Bareng Pembantunya

Mekkah, Kicaunews.com – Perjalanan ibadah haji tahun ini bagi Ustadz Adjie Nung (UAN) terasa sangat berkesan dan menyenangkan lantaran di tanah suci Mekkah UAN dipertemukan dengan jamaahnya yang tinggal di Hongkong dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Malang dan Blitar, Jawa Timur.

Kabar keberangkatan Ibu Hj. Misiem Binti Tomo asal Malang, Jawa Timur dan Hj.Ruminah Ali Kusen asal Blitar, Jawa timur ke tanah suci menjadi kegembiraan tersendiri bagi UAN yang nama lengkapnya  Ustad Nur Anwar Amin sebagai Ketua Umum Yayasan Wafizs Al-Amin Center dan Sekjend KBIH Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi

Lantaran dua TKW yang bekerja di Hongkong sudah puluhan tahun menjadi TKW  sejak 1993 dan sudah lama menjadi jamaahnya di Hongkong berangkat haji tidak hanya sendirian namun Ia ditemani majikannya Hj. Ruminah Ali Kusen yang merupakan warga Hongkong ikut turut serta menunaikan ibadah haji bersamanya.

Pria Hongkong yang menjadi majikan Hj. Ruminah ini bernama Lam Bo Man dan tiga saudaranya yang masih satu keluarga yaitu Lam Siu Yin, Lam Wai Man, dan Yuen Yak Chun tertarik masuk Islam dan sudah bersyahadat di Blitar kampung kelahiran emak Ruminah pada 18 Agustus 2010 lalu.

Perjumpaan UAN dengan Ibu Misiem yang sampai saat ini masih bekerja di salah satu perusahaan makanan ayam siap saji milik Amerika Serikat di Hongkong diqobul (dikabulkan) Allah SWT. UAN hampir saja tidak bisa jumpa karena sudah beberapa kali komunikasi terhambat oleh pekerjaannya sebagai pembimbing ibadah haji dari KBIH Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi.

Sambil berdoa terus – menerus di depan Baitulloh supaya bisa dipertemukannya, ternyata janji Allah sangatlah benar, tidak menunggu waktu lama doanya terqobul oleh Allah akhirnya bisa berjumpa di Hotel Makarim Ummul Quro Makkah Almukarromah, Selasa  (20/08/2019).

Kisah keberangkatan haji emak Ruminah bersama majikannya yang bernama Lam Bo Man inilah yang membuat keingintahuan UAN terhadap pria asli Hongkong ini kenapa Lam Bo Man bisa mengenal Islam dan tertarik untuk menjadi mualaf.

Baca juga :  Pembukaan Majelis Ahad Pagi Kramat Kwitang

Ternyata menurut penuturan Lam Bo Man, dirinya mengenal Islam melalui prilaku keseharian pembantunya emak Ruminah yang selalu menjaga makanannya dengan makan yang halal, selalu berwudhu, sholat, puasa, mengaji dan ajaran islam lainya yang selalu emak ini lakukan sehingga membuat emak ini selalu sehat dan tidak pernah sakit,

Bertahun-tahun Lam Bo Man memperhatikan terus kebiasan emak Ruminah ini hidup dengan pola ajaran Islam, sehingga akhirnya pria ini jatuh cinta dengan ajaran Islam dan menyatakan bersyahadat dan dikhitan sekeluarga 4 orang yaitu Lam Siu Yin, Lam Wai Man, Yuen Yak Chun dan Lam Bo Man di Blitar kampung kelahiran emak Ruminah pada 18 Agustus 2010.

Menurut pengakuan mereka, alasannya bersyahadat di Blitar bukan di Hongkong karena mereka ingin disaksikan oleh ratusan jamaah masyarakat Blitar sekalian menggelar acara aqiqah dengan memotong kambing yang paling besar.

Lam Bo Man dan saudaranya tertarik untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW  karena Islam mengajarkan kebersihan dan kesucian.  Sebelumnya mereka juga sudah membaca buku-buku tentang keislaman namun makin menambah yakin karena peran emak Ruminah yang sangat mencerminkan hidup Islami.

Awalnya kata Lam Bo Man sebelum  masuk Islam, dirinya  sering sakit-sakitan dari kaki dan seluruh  badannya karena syaraf kejepit tapi melihat sang pembantunya itu yang tidak pernah sakit penuh tanya besar. Apa yang menyebabkan emak Ruminah tidak pernah sakit?

” Emak Ruminah ini menyarankan untuk mencoba pola hidup islami, dimulai dengan makanan yang halal, bersih dan tidak mengkomsi babi,” jelas UAN.

Sejak itu Lam Bo Man ini menuruti saran emak Ruminah sehingga berangsur-angsur tambah sehat sehingga sangat melekat menu makanan ala  lauk Indonesia dan menjadibmakanan favoritnya seperti sayur lodeh, urab-uraban, soto, pete, terong, lamtoro bahkan jengkol tidak ketinggalan.

Meski sesekali Lam Bo Man terbata-bata berbicara dengan bahasa indonesia lebih banyak dengan bahasa Hongkong.

Sejak bersyahadat Lam Bo Man ini ganti nama menjadi Muhamad Abdulloh Bo Man, dan akan melepaskan masa lajangnya di usianya yang ke 42 tahun. Rencananya sepulang haji 2019 ini akan menikahi wanita muslimah dari Malaysia.

Baca juga :  Secara Politik, MKJ : Wajar Orang Betawi Tolak Ahok

Sekarang dia menjadi seorang mualaf yang sukses karena menjalankan bisnis keluarga besarnya sebagai Job Marketing Engineer in Electrical Accessories Manufacturer Company, orang tuanya pemilik perusahan besar di Hongkong dan sudah memiliki cabang di beberapa negara di antaranya di China, Malaysia, Inggris, Singapur dan Dubai.

Alunan bacaan Al fatihah Muhamad Abdulloh Bo Man pun fasih saat diminta UAN untuk membacakan surah tersebut dihadapan emak Ruminah dan emak Tomo,meski belajar membaca alquran Ia membutuhkan  waktu dua bulan.

Bersama dengan teman – temannya dari Filipina, China dan Hongkong, Lam Bo Man saling berbagi ilmu soal ajaran Islam yang juga sesama mualaf dengan kepiawaiannya menguasai 4 bahasa asing (inggris, mandarin, hongkong dan jerman), Ia bisa berdakwah dengan mudah.

” Sekarang ini banyak orang china datang ke Hongkong untuk masuk islam karena di dalam islam diajarkan kedamaian dan kejujuran,” kata Lam Bo Man.

Saat UAN menanyakan pertama kali melihat ka’bah apa yang dirasakan Lam Bo Man, ia langsung menangis, gemetar dan senang bisa hadir depan ka’bah, semua orang sama, sama-sama ruku, sujud, pakaiamya sama, kitab, kiblat dan Tuhannya satu yaitu Allah. Dengan selalu berdoa itu adalah kekuatanya dan menyebabkan ia menjadi selalu sehat.

Dalam kesempatan yang sama Ustadz H.Muhaemin selaku pembimbing jamaah dari Hongkong, Jepang dan korea, menambahkan jika animo warga muslim untuk berhaji  yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas non muslim cukup tinggi.

Jamaah yang dibimbingnya itu terdiri dari negara Hongkong sebanyak 150 jamaah, Jepang sebanyak 500 jamaah dan Korea sebanyak 400 jamaah yang tergabung dalam biro perjalanan Air 1 paket selama 20 hari.

Besarnya animo keinginan mereka berangkat haji kata Ustadz H.Muhaemin karena mereka ingin menyempurnakan rukun Islamnya.

“Sebab berangkat haji dari luar negeri itu lebih mudah dan lebih murah tanpa mengantri, satu minggu mendaftar langsung berangkat dengan syarat sudah memiliki kartu kependudukan di negara dimana ia tinggal,” ungkap Ustadz H.Muhaemin.

Baca juga :  Ini Dia Sekretaris MA yang Baru

Umumnya para mualaf saat mereka pertama kali melihat secara langsung ka’bah, Baitullah, mereka menagis dan sangat terharu, bahwa umat Islam hanya dengan satu komando yaitu imam sholat yang memimpin jutaan manusia. Mereka serentak satu gerakan yang sama mengikuti gerakan imam sholat.

“Tanpa senjata dan kekerasan, tidak ada satupun di dunia ini tentara manapun yang mampu mengerahkan mereka tanpa senjata hanya dengan kalimat ALLAHU AKBAR serentak ikut bersama,”  bebernya.

Begitu juga saat mereka mengikuti kegiatan Armuzna menggambarkan betapa umat Islam itu patuh dan taat terhadap perintah Tuhannya yaitu Allah SWT, lanjut H.Muhaemin.

Akhirnya UAN pun merenung betapa bersyukur dan beruntungnya kita menjadi umat islam yang memiliki hari reuni akbar sedunia, umat islam bersaudara disatukan oleh Allah berkumpul di satu titik dan satu waktu dengan berbagai macam jenis manusia, kulit hitam, kulit putih, berbagai bahasa dunia yang disatukan dengan bahasa al-quran dan beraneka jenis kuliner internasional yang dijamin kehalalannya.

Dan yang terpenting islam itu mengajarkan kesucian karena suci itu kunci syurga, suci itu perkara yang sangat dicintai Allah.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan / membersihkan diri”. (Al-Baqarah : 222).

Nabi SAW bersabda : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (H.R. Baihaqy). Begitu juga perintah Allah supaya selalu mengkonsumsi makanan yang halal dan baik karena dua point ini akan mengantarkan kita menjadi sehat dan bukan mengikuti hawa nafsu syaitan.

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqoroh. 168). (fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru