oleh

Zulkifli S Ekomei: Sumpah Palsu Kita Dilestarikan

KICAUNEWS.COM – Setiap kata dalam sumpah yang kita ucapkan biasanya diawali kata Demi Allah saya bersumpah. Tentu sumpah yang telah diucapkan harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Menyadari hal di atas, hendaknya tidak bisa diucapkan sembarangan apalagi pilihan katanya tidak sesuai dengan kenyataan.

“Banyak sumpah baik oleh pejabat negara yang dilantik maupun yang dilantik menjadi profesi tertentu menyebut kalimat setia pada Pancasila dan UUD’45, tentu saja yang dimaksudkan adalah UUD yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.” Kata dr. Zulkifli S. Ekomei, Minggu (18/8) siang.

Menurut Zulkifli, masyarakat umumnya tahu bahwa UUD yang telah mengalami perubahan sebanyak 4 kali sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2002.

“Baik sistimatika, jumlah bab, jumlah pasal, jumlah ayat maupun isinya sangat berbeda dengan UUD yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, sehingga bisa dikatakan sebenarnya bukan UUD’45.” Lanjut Zulkifli.

Untuk mengaburkan dan memberikan kesan sama dengan UUD’45 asli, maka UUD yang beda tersebut tetap diberi nama UUD’45 bahkan pembukaannya pun dibuat sama dengan yang asli.

Akibatnya kalau ada sumpah setia pada UUD’45, sementara yang dikerjakan berkait sumpahnya adalah UUD yang lain, maka sumpah ini bisa dikatakan sumpah palsu.

Kalau dijumpai banyak pejabat atau anggota profesi tertentu melakukan tindakan di luar nilai-nilai kebenaran bisa dimaklumi karena yang diucapkan adalah sumpah palsu.

Hal ini tentu saja tidak bisa dibenarkan dan terus menerus dilakukan, salah satunya adalah dengan menghentikan penggunaan istilah UUD’45 pada UUD yang lain, tidak cukup dengan himbauan tapi harus dengan petisi yang didukung oleh bangsa Indonesia yang masih setia pada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila dan UUD’45 asli yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehingga tidak ada lagi orang yang mengucapkan sumpah palsu.

Baca juga :  Sistem Informasi Partai Politik: Tingkatkan Kualitas Pendataan Keanggotaan Parpol(2)

Semoga momentum memperingati Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus dan pengesahan UUD’45 tanggal 18 Agustus ada kegiatan yang konkrit, sehingga bangsa Indonesia bisa terhindar dari kehancuran karena banyaknya sumpah palsu. (fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru