oleh

Prof. H. Dailami Firdaus : Apresiasi Program Anies Dalam Hal Pencegahan Kebakaran dan Penataan Wilayah

JAKARTA, Kicaunews.com – Instruksi Gubernur nomor 69 tahun 2019 mengenai Gerakan Warga Cegah Kebakaran sangatlah positif. Pencegahan dengan mendata lokasi rawan kebakaran juga melibatkan masyarakat agar cepat tanggap juga adalah suatu hal yang baik dalam tatanan di wilayah lingkungan.

Selain pencegahan tentunya beberapa kebutuhan dalam penangulangan kebakaran harus disiapkan, permasalahannya adalah lokasi rawan kebakaran biasanya adalah lokasi yang padat penduduk dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran, belum lagi kemacetan yang selalu menjadi masalah klasik, sehingga kendaraan pemadam kebakaran memakan waktu relatif lama untuk dapat sampai kelokasi. Ujar Bang Dailami

Menurut Bang Dailami ketersediaan hydrant perlu diperbanyak, terutama di kawasan padat penduduk maupun pasar tradisional yang dianggap rawan kebakaran, juga lokasi yang jauh dari sumber air atau memiliki keterbatasan sumber air, karena kali kali saat ini cenderung lebih banyak lumpurnya.

“Kendala selalu terjadi manakala musibah kebakaran di kawasan padat penduduk, dimana salah satunya sumber air sulit dijangkau. Nah, maka itu perlunya penyediaan hydrant ini, katanya.

Melalui hydrant ini, setidaknya masyarakat bisa melakukan tindakan darurat untuk melakukan upaya memadamkan api, sambil menunggu petugas pemadam kebakaran.

Selain bicara tentang hydrant tambah dia, maka tak kalah penting sosialisasi tentang pencegahan kebakaran perlu dilakukan pemerintah daerah. Terutama yang berkaitan dengan penggunaan listrik serta sumber utama yang rawan menjadi penyebab kebakaran.

Saya juga berharap agar konsep penataan kampung yang akan dilakukan oleh Pemkot Jakarta Selatan, sesuai dengan Pergub Nomor 90 Tahun 2018 tentang Kualitas Pemukiman Dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu, mengindahkan juga mengenai pencegahan kebakaran, karena ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Papar Bang Dailami sapaan akrab Prof Dr H Dailami Firdaus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga :  Kumpulan Aktivis Gelar Peduli Kemanusiaan Atas Wafatnya Penyelenggara Pemilu

Dalam proses pelaksanaannya saya tekankan agar seluruh masyarakat dilibatkan secara utuh, juga harus dihimpun segala informasi mengenai kondisi lingkungan, Potensi lingkungan dan karakteristik dari wilayah serta penduduknya sudah benar benar diketahui secara utuh.

Agar pelaksanaan dari program CAP, Collaborative Implementation Program tepat sasaran dan benar benar dapat dinikmati masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang positif dan konstruktif, karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI sudah harus merubah tagline nya dari ” Maju Kotanya, Bahagia Warganya ” menjadi ” Bahagia Warganya, Maju Kotanya “. Kata Bang Dailami (AW)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru